IndonesiaBuzz: Klaten, 1 Februari 2026 – Melanjutkan rangkaian Hajad Dalem Sadranan Leluhur Dalem SISKS Pakoe Boewono XIV, utusan Dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang tergabung dalam Perkumpulan Kusumo Handrawina (PKHN) Kabupaten Klaten melaksanakan sadranan di Makam Ki Ageng Perwito, Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026) siang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh KRAT G. Budyanto Nugroho Kartoyosonagoro selaku perwakilan Kraton Surakarta. Dalam prosesi tersebut, Kraton menyerahkan paringan dalem berupa bunga sekar dan abon-abon untuk keperluan nyadran atau ziarah makam.
Pelaksanaan sadranan kali ini bertepatan dengan peringatan Haul Ki Ageng Perwito ke-315. Sejumlah rangkaian budaya turut digelar, mulai dari pertunjukan tari jathil yang dipersembahkan salah satu Abdi Dalem PKHN Klaten, hingga kirab budaya gunungan.
Dalam kirab tersebut, masyarakat disuguhi tiga gunungan berisi sayur-mayur, jajanan anak-anak, serta makanan tradisional seperti legondo dan intip goreng. Gunungan diarak menuju area makam sebagai simbol rasa syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur.
Ditemui usai acara, KRAT G. Budyanto Nugroho Kartoyosonagoro yang akrab disapa Kanjeng Budi mengungkapkan bahwa sadranan di Makam Ki Ageng Perwito ini merupakan kali ketiga dilaksanakan oleh Kraton Surakarta melalui PKHN Cabang Klaten.

Tiga Gunungan ikut meriahkan Haul Ki Ageng Perwito
“Ini merupakan yang ketiga kalinya. Jadi kami PKHN Klaten diberikan izin sekaligus perintah untuk melaksanakan sadranan dan ganti langse di Makam Kyai Ageng Perwito ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kegiatan sadranan dan haul tersebut, PKHN Klaten juga menghadirkan bregada prajurit Saralathi sebagai bagian dari rangkaian adat.
“Pada acara haul ini kami juga didukung dengan penampilan prajurit khusus dari PKHN Klaten yang bernama Saralathi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kanjeng Budi menyampaikan rasa terima kasih kepada SISKS Pakoe Boewono XIV atas izin dan kepercayaan yang diberikan kepada PKHN Cabang Klaten untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Saya atas nama PKHN Cabang Klaten mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada junjungan kami SISKS Pakoe Boewono XIV beserta GKR Ageng atas izin dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk melaksanakan sadranan di makam Kyai Ageng Perwito,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, masyarakat mengikuti prosesi rayahan atau berebut gunungan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud syukur atas berkah yang diyakini terkandung dalam setiap isi gunungan.
Warga tampak antusias mengikuti prosesi hingga akhir. Selain sebagai agenda budaya tahunan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian tradisi sekaligus penguat hubungan antara Kraton Surakarta dengan masyarakat di wilayah Klaten. @eko-m







