IndonesiaBuzz; Yogyakarta – Untung Cahyono, khatib yang menjadi perbincangan karena menyinggung isu politik dalam khotbah Salat Idul Fitri di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, memberikan tanggapannya terhadap reaksi jemaah yang meninggalkan lokasi saat dia menyampaikan khotbahnya.
Untung menyatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan keputusan jemaah yang pulang lebih awal. Menurutnya, hal itu juga wajar terjadi, mengingat masih banyak kasus di mana ceramah khatib belum selesai, tapi jemaah sudah meninggalkan tempat ibadah.
“Kalau pulang saya kira juga fair. Banyak kasus khatib belum rampung (ceramah), (jemaah) udah pulang itu banyak seperti itu,” ujar Untung.
Menanggapi kontroversi terkait ceramahnya yang berbau politik, Untung mengaku bahwa sebagai seorang muslim, dia merasa memiliki kewajiban untuk mengingatkan. Menurutnya, dalam ajaran Islam, saling mengingatkan adalah sesuatu yang penting dan berlaku untuk siapa pun yang perlu diingatkan.
“Ya saya sebagai sosok muslim yang harus belajar banyak hal kalau mengkritik itu ya memang sesuatu yang penting karena ajaran Islam sendiri untuk saling mengingatkan berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Untung menyatakan bahwa dalam konteks saling mengingatkan, tidak ada batasan. Dia meyakini bahwa siapa pun yang perlu diingatkan, haruslah diingatkan. Ini merupakan pandangan yang diyakininya.
Sebelumnya, video viral di media sosial menunjukkan sejumlah jemaah Salat Id di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul meninggalkan lokasi saat khatib menyampaikan khotbah yang berisi isu politik. Kejadian ini menjadi sorotan karena kontroversinya.@cinde







