IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 16 September 2025 – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta PT PLN (Persero) menyesuaikan layanan kelistrikan dengan karakteristik kebutuhan masyarakat DIY. Hal itu disampaikan saat menerima General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, pada senin (15/9/25) siang.
Sri Sultan menilai kebutuhan energi listrik di DIY berbeda dengan daerah lain, sehingga PLN harus mampu membaca denyut nadi kebutuhan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan.
“Yogyakarta ini punya kebutuhan listrik yang khas, sehingga PLN perlu menyesuaikan pelayanan agar lebih menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Sri Sultan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, yang turut mendampingi pertemuan, menambahkan mayoritas konsumsi listrik di DIY terserap untuk rumah tangga, kompleks perumahan, hotel, dan sektor pendukung pariwisata.
“DIY memang belum menjadi kawasan industri besar. Industri yang berkembang lebih pada home industry dan industri menengah,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, Sri Sultan berharap pergantian pimpinan PLN wilayah Jawa Tengah dan DIY membawa semangat baru dalam menjawab tantangan penyediaan listrik.
Menanggapi hal itu, Bramantyo menyatakan komitmen PLN untuk mendukung visi pembangunan DIY yang berorientasi pada padat karya dan ramah lingkungan.
“Ngarsa Dalem menjelaskan Jogja memiliki visi ke depan sebagai provinsi yang lebih maju, padat karya, dan tentu saja menggunakan listrik yang bersih. PLN siap mendukung pertumbuhan ekonomi DIY agar semakin berkembang,” ujar Bramantyo.
Menurut Bramantyo, pertemuan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi serta mendengarkan langsung arahan Gubernur DIY terkait arah pembangunan daerah.
Sri Sultan menegaskan PLN tidak dapat menyamaratakan kebutuhan listrik DIY dengan provinsi lain. Dengan kerja sama yang erat antara Pemda DIY dan PLN, diharapkan tercipta ekosistem kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong Yogyakarta menjadi provinsi modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.(Dimas – Red)







