IndonesiaBuzz: Bantul – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Joko Santosa, memberikan tanggapan terkait kontroversi yang muncul terkait menu makanan pada acara pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bantul. Unggahan viral mengenai makanan yang dianggap tidak layak menjadi sorotan di media sosial.
Joko Santosa menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti insiden ini dan mengklarifikasi bahwa permasalahan yang muncul terutama berkaitan dengan kesalahpahaman dalam komunikasi dengan pihak katering penyedia konsumsi. “Tadi memang ada miskomunikasi antara kami dengan pihak katering penyedia konsumsi,” ungkapnya kepada wartawan di Bantul.
Unggahan kontroversial mengenai menu makanan pelantikan KPPS, yang diposting oleh akun @merapi*** di media sosial, menjadi perbincangan hangat. Akun tersebut menyertakan foto makanan yang disajikan, termasuk nasi, satu potong ayam, tempe kering, kerupuk, serta air minum dalam kemasan cup. Meskipun unggahan tersebut telah dihapus, netizen tetap aktif memperbincangkan kejadian tersebut.
“Jan yo pelantikan KPPS ngene ki yo wangun? Apakah pantas seharga 25.000 dengan lauk seperti ini? Kalau dari awal dipasrahkan konsumsi ke PPS masing-masing terlihat lebih jelas konsumsinya,” tulis akun @merapi*** dalam unggahan yang kini telah dihapusnya.
Joko Santosa juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memanggil pihak katering untuk klarifikasi lebih lanjut. Meskipun belum dapat memberikan komentar lebih lanjut, Ketua KPU Bantul menegaskan bahwa masalah ini menjadi perhatian serius pihaknya dan akan segera diselesaikan. “Ini jadi perhatian kami. Yang jelas kami selesaikan secepatnya,” paparnya.
Kontroversi ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang baik dalam penyelenggaraan acara resmi, khususnya terkait konsumsi, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di mata masyarakat.@cinde







