IndonesiaBuzz.com : Kulon Progo, 23 Januari 2024 – Kasus gangguan jiwa di Indonesia terbilang tinggi. Hal ini tercatat pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Disebutkan terdapat gangguan jiwa berat sebesar 7 per mil atau 7 orang mengalami gangguan jiwa berat di antara 1.000 orang lainnya.
Namun berbeda dengan yang terjadi di kabupaten Kulon Progo, DIY. Di mana, gangguan jiwa berat di angka 19,37 per mil. Hal ini menempatkan Kulon Progo menjadi nomor satu dalam kasus gangguan jiwa, di antara kabupaten lain di DIY.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Sri Budi Utami mengungkapkan adanya beberapa kasus pemasungan, ketika ditanyai awak media di Gedung FRC UGM, Selasa (23/1/2024).
Kasus pemasungan yang mengalami gangguan kejiwaan pernah terjadi tahun 2020. Ada sebanyak 7 orang.
“Untuk kasus pemasungan dari tahun 2020 mengalami penurunan, hingga tahun 2023, nol kasus,” ucap Sri.
Lebih lanjut, Sri juga mengungkapkan, ada pula kasus percobaan bunuh diri sebanyak 10 kasus di tahun 2023, dan 5 diantaranya, korban tak berhasil diselamatkan. Gangguan kejiwaan menjadi salah satu penyebabnya.
Sri mengungkapkan, percobaan bunuh diri diakibatkan beberapa faktor. Di antaranya, gangguan kejiwaan, depresi, faktor ekonomi, dan faktor masalah keluarga. Namun, sebagian besar motifnya adalah keputusasaan.
Percobaan bunuh diri sering dilakukan oleh orang dengan usia produktif antara 15 sampai 64 tahun. Beberapa kelompok umur pelajar sering kali mengalami depresi yang berujung percobaan bunuh diri.
Sri sempat menjelaskan, pada 2023 terjadi kasus seorang pelajar yang mengakhiri hidupnya dengan melompat ke arah kereta api.
“Kelompok pelajar, biasanya sering mengalami gangguan jiwa ringan, seperti depresi dan kecemasan berlebihan,” ucap Sri.
Secara menyeluruh, Sri mengungkapkan adanya kemungkinan peningkatan gangguan jiwa di masyarakat. Hal ini terjadi karena tatanan sosial yang semakin kompleks. Ia juga sempat menyoroti kasus bullying yang bisa menimbulkan gangguan kejiwaan pada pelajar.
Selama ini Dinas Kesehatan Kulon Progo sangat fokus pada pencegahan gangguan kejiwaan. Pencegahan gangguan kejiwaan dilakukan dengan menggunakan assessment yang dilakukan di sekolah-sekolah Kulon Progo.
Senada dengan Sri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono mengungkapkan, Pemkab Kulon Progo tak hanya melakukan kegiatan pencegahan, namun Pemkab juga melakukan optimalisasi fasilitas dan tenaga kesehatan.
“Beberapa puskesmas bisa menangani kasus gangguan jiwa ringan,”ucap Triyono.
Untuk kasus gangguan jiwa berat akan dilakukan pemantauan langsung di RSUD Wates. Psikiater di rumah sakit mampu menjawab masalah gangguan jiwa di daerah Kulon Progo. (Puthut-Red)







