IndonesiaBuzz: Magetan, 11 Januari 2025 – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Magetan–Madiun, tepatnya di depan Rumah Bidan Susi, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Insiden tragis ini melibatkan tiga sepeda motor dan menyebabkan dua pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tiga kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut adalah Honda Revo Fit AE 2719 RG yang dikendarai NAP (16), seorang pelajar asal Desa Genengan; Honda Beat AE 2769 DO yang dikendarai EW (42), warga Kelurahan Kawedanan; dan Honda Stylo AE 2660 RC yang dikendarai FMN (27), warga Desa Ngadirejo.
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Ipda Sulanjar, kecelakaan dipicu oleh manuver berbahaya yang dilakukan salah satu pengendara motor.
“NAP melaju dari arah timur dan berusaha mendahului Honda Beat di depannya. Namun, dari arah berlawanan muncul Honda Stylo. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” jelas Ipda Sulanjar.
Benturan keras antara Honda Revo dan Honda Stylo menyebabkan NAP terlempar ke aspal. Tragisnya, tubuh korban kemudian tertabrak kembali oleh Honda Beat yang semula hendak didahuluinya.
FMN, pengendara Honda Stylo, juga mengalami luka parah akibat tabrakan frontal.
Korban Tewas di Lokasi, Polisi Imbau Pengendara Lebih WaspadaNAP dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka berat di kepala serta patah pada tangan dan kaki. FMN juga tewas seketika setelah mengalami patah tulang paha kanan dan tangan.
Sementara itu, EW hanya mengalami luka ringan berupa lecet dan nyeri pada bagian tangan.Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk tidak melakukan manuver sembarangan, apalagi di jalan sempit yang padat kendaraan,”* imbau Ipda Sulanjar.
“Kami mengajak masyarakat agar lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan saat berkendara,” tutupnya.







