IndonesiaBuzz: Hukum & Kriminal – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengadakan video conference dengan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di Indonesia, Selasa (29/10/2024). Dalam pertemuan virtual tersebut,
Kapolri menyampaikan Asta Cita delapan program utama Polri serta beberapa arahan Presiden Republik Indonesia yang didapatkan saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dan kegiatan retret di Magelang, Jawa Tengah.
Kapolri menegaskan bahwa Polri harus mendukung sepenuhnya semua program dan kebijakan pemerintah, khususnya dalam upaya mencegah serta menanggulangi kebocoran keuangan negara.
“Langkah ini penting, baik dalam konteks penerimaan maupun pengeluaran, untuk memastikan keuangan negara terjaga,” ujar Listyo.
Salah satu isu yang menjadi fokus utama adalah peredaran narkoba. Listyo memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan penegakan hukum secara serius terhadap kasus-kasus narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi negara.
“Petakan jalur masuknya narkoba yang sudah sangat meresahkan dan menimbulkan capital outflow, serta lakukan penindakan hukum yang tegas terhadap berbagai modus baru, kampung-kampung narkoba, termasuk yang dikendalikan dari dalam Lapas,” kata Listyo dalam pernyataan tertulisnya.
Selain itu, ia juga menegaskan penerapan sistem reward and punishment untuk memotivasi kinerja jajaran kepolisian dalam pemberantasan narkoba.
“Bagi yang berprestasi dalam pengungkapan besar akan saya apresiasi, sementara yang tidak menunjukkan kinerja akan saya evaluasi,” ujarnya.
Kapolri turut menekankan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di internal Polri sendiri. Anggota yang terbukti menyalahgunakan narkoba akan mendapatkan sanksi tegas.
“Anggota yang terlibat sebagai pengguna akan mendapatkan pembinaan rohani, disiplin melalui pelatihan fisik dan mental. Jika pelanggaran terulang, saya tidak akan ragu untuk memecat,” tegasnya.







