IndonesiaBuzz: Bali, 4 Oktober 2025 – Dalam suasana hangat Pulau Dewata, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menarik perhatian publik lewat pertemuan politik yang sarat makna. Pada Rabu (1/10/25), Jokowi tampak menghadiri forum internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali sebuah pertemuan yang di luar agenda resmi kenegaraan, tetapi menyiratkan pesan politik yang dalam: dukungan dan arahan seorang mantan presiden kepada partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Politisi PSI Ariyo Bimo menyebut, pertemuan itu berlangsung setelah rombongan menghadiri resepsi pernikahan Wasekjen PSI, I Putu Yoga Saputra. “Hal-hal umum saja kok, terkait kesiapan partai untuk pemilu 2029,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/10/25).

Jokowi tampak hadir forum internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali
Dalam unggahan di akun resmi Instagram PSI, Jokowi tampak hadir dengan gaya khasnya: berjas abu-abu, mengenakan udeng Bali, dan duduk santai di tengah para kader partai. Di salah satu foto, ia tampak berdiri sembari memberi arahan, mencerminkan sosok “bapak politik” yang masih berpengaruh kuat terhadap arah langkah partai.
“Pada 1 Oktober kemarin, di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali, Pak Jokowi kembali menegaskan bahwa beliau akan mendukung penuh PSI,” tulis akun @psi_id dalam keterangan unggahan tersebut.
Selain Kaesang Pangarep, tampak pula Ketua Harian PSI Ahmad Ali dan Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni dalam pertemuan itu. Menurut Ariyo, pengalaman panjang Jokowi dalam mengelola dinamika politik nasional menjadi bahan pelajaran penting bagi PSI dalam menata strategi menuju Pemilu 2029.
“Sekalian mumpung semua kader utama kumpul dan ada Pak Jokowi. Tentunya akan sangat bermanfaat mendengar langsung pandangan beliau,” lanjut Ariyo.
Pertemuan di Seminyak itu dinilai memperkuat dua pesan penting. Pertama, Jokowi masih menjadi poros pengaruh dalam orbit politik PSI partai yang sering disebut sebagai penerus semangat politik muda dan progresif yang ia bangun. Kedua, PSI kini mulai menatap jauh ke depan, mempersiapkan mesin politiknya untuk Pemilu 2029, dengan dukungan moral dan simbolik dari sosok yang masih menjadi figur sentral dalam politik nasional Indonesia.







