IndonesiaBuzz: IKN, 9 Agustus 2024 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dirinya sering dibayangi bau kolonial saat menempati tiga istana peninggalan pemerintahan Hindia Belanda, yaitu Istana Merdeka, Istana Negara, dan Istana Kepresidenan Bogor.
Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada ratusan kepala daerah di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Selasa (13/8/2024).
“Kalau Istana kita di Jakarta dan Bogor itu adalah bekas kolonial yang dulunya dihuni Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten,” ujar Jokowi, seperti dikutip dari Antara.
Presiden juga mengingatkan bahwa Istana Negara dan Istana Merdeka, yang berada di Jakarta, dahulu dihuni oleh para gubernur jenderal Hindia Belanda pada masa kolonial.
Jokowi menyebutkan bahwa Istana Negara pernah ditempati oleh Pieter Gerardus van Overstraten, sementara Istana Merdeka oleh Johan Wilhelm van Lansberge. Sedangkan Istana Bogor, yang kini menjadi kediaman Presiden Jokowi, dulunya ditempati oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa istana-istana tersebut telah ditempati oleh pemimpin Indonesia selama 79 tahun.
“Sudah kita tempati 79 tahun. Jadi, bau-baunya kolonial selalu saya rasakan setiap hari. Dibayang-bayangi,” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan IKN sebagai simbol kemampuan Indonesia membangun ibu kota negara sesuai keinginan dan desain pemerintah.
Ia menambahkan bahwa meskipun proses pembangunan IKN memakan waktu yang cukup lama, hal ini penting untuk menunjukkan kemandirian bangsa.
Dimulai sejak 2021, pembangunan IKN diperkirakan akan selesai dalam 10 hingga 15 tahun mendatang. Jokowi menjelaskan bahwa hingga saat ini, pembangunan baru mencapai sekitar 20% dari total yang direncanakan, dengan fokus pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang mencakup Istana Negara, Istana Garuda, Istana Wakil Presiden, serta gedung-gedung kementerian koordinator. Gedung-gedung kementerian lainnya belum dibangun. @indonesiabuzz







