Wednesday, February 18, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Celoteh

Jelang 60 Tahun Peristiwa 1965, Indonesia Berduka Lagi?

by Redaksi IndonesiaBuzz
September 3, 2025
Reading Time: 3 mins read
Jelang 60 Tahun Peristiwa 1965, Indonesia Berduka Lagi?

(Ilustrasi: IB)

IndonesiaBuzz: Celoteh – Gelombang protes yang meledak sejak 25 Agustus menjalar ke 32 dari 38 provinsi. Pemicu awalnya “tampak” sederhana tunjangan rumah anggota DPR namun cepat berubah menjadi kemarahan massal atas ketimpangan, kekerasan aparat, dan arah anggaran negara.

Di tengah pekan yang panas itu, Indonesia kembali dihantam duka: seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas terlindas kendaraan taktis saat pembubaran massa di Jakarta; tiga orang terpanggang dalam kebakaran gedung DPRD di Makassar setelah diserbu demonstran.

Pemerintah mengumumkan sedikitnya delapan korban jiwa, sementara laporan media internasional berkisar enam hingga tujuh orang tewas dan organisasi HAM mencatat orang hilang serta ratusan luka-luka.

Dari Tunjangan DPR ke Ledakan Kemarahan Publik

Ketersinggungan publik dipicu rencana tunjangan perumahan Rp50 juta/bulan bagi anggota DPR, di tengah tekanan biaya hidup. Protes mulai di Senayan lalu menyebar, disertai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah kota.

BeritaTerkait

7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

7 Ciri Utama Lelaki Yang Menyembunyikan KetidakBahagiaan Kronis

Reuters mencatat skala rusuh ini sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan menyorot kebijakan anggaran 2026 pemangkasan transfer daerah, kenaikan belanja pertahanan, dan program makan bergizi sebagai latar kekecewaan yang lebih dalam.

Titik Didih: Kematian Affan & Api Makassar

Kematian Affan Kurniawan menjadi titik balik. Komnas HAM menyebut peristiwa itu pelanggaran hak asasi dan mendesak akuntabilitas; Tempo melaporkan 7 personel polisi diperiksa. Dalam 24 jam berikutnya, aksi menyala di banyak kota; di Makassar, gedung dewan daerah terbakar dan menewaskan tiga orang yang terjebak di dalam. The Guardian menulis ada laporan orang hilang yang masih ditelusuri jaringan pembela HAM.

Respons Istana: Rem Tunjangan, Sapu Lidi Keamanan

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemangkasan fasilitas parlemen dan membekukan perjalanan luar negeri pejabat, sembari memerintahkan investigasi kasus Affan. Pemerintah juga mengencangkan pengamanan ibu kota pos pemeriksaan, kendaraan lapis baja dan meminta aparat menindak penjarahan serta serangan ke rumah pejabat. Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Tangerang Selatan ikut dijarah; pasukan menjaga kediamannya. FT/Bloomberg menulis pasar keuangan ikut bergejolak merespons kekacauan.

September & Politik Ingatan

Kekerasan pekan ini berkelindan dengan politik ingatan Indonesia menjelang 60 tahun peristiwa 1965. Selama Orde Baru, narasi G30S/PKI dijadikan instrumen legitimasi: negara digambarkan diselamatkan dari “bahaya laten”, sementara pembantaian massal 1965–1966 disisihkan dari buku pelajaran dan layar kaca.

Reformasi membuka ruang tandingan riset, kesaksian penyintas, hingga pengakuan resmi negara pada 11 Januari 2023 bahwa 1965–1966 adalah pelanggaran HAM berat namun jejak paranoya dan stigmatisasi tetap sesekali dimobilisasi. Pertanyaannya kini: apakah negara akan mengulang pola lama, menutup tragedi baru dengan retorika keamanan, atau menjaga jarak dari politik penaklukan memori dan menuntaskan akuntabilitas?

Ujian Pemerintah: Akuntabilitas di Lapangan, Sensitivitas di Parlemen

Pekan ini mempertontonkan dualitas lama politik Indonesia: amarah terhadap elit dan tangan besi di jalanan. Memang, pemangkasan fasilitas parlemen adalah sinyal koreksi, tetapi akuntabilitas kematian warga sipil terutama Affan dan penegakan hukum atas pembakaran serta penjarahan sama mendesaknya.

Di titik ini, pelajaran dari 1965 relevan: negara harus hadir tanpa membabi buta. Transparansi investigasi, pelibatan Komnas HAM dan pengadilan terbuka atas aparat yang melanggar SOP, adalah pagar agar September tak lagi jadi bulan duka. @wartonagoro

Angka Kunci (per Rabu, 3 September 2025):

  • Insiden utama: Kematian Affan Kurniawan (Jakarta), 3 tewas kebakaran DPRD (Makassar).
  • Korban jiwa: ≥8 (versi pemerintah yang dikutip Amnesty); media lain melaporkan 6–7.
  • Sebaran aksi: 32/38 provinsi terdampak.
Tags: Affan KurniawanAksi MassaCelotehDemonstrasidprPembubaran DPRPeristiwa 1965Prabowo-GibranSudut Pandangunjuk rasa
Share220SendScan

Trending

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri
News

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

5 hours ago
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah
News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

6 hours ago
Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Dua Unit Damkar Dikerahkan
Peristiwa

Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Dua Unit Damkar Dikerahkan

6 hours ago
Kematian Anak 11 Tahun di Bulukerto Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Kejanggalan
Peristiwa

Kematian Anak 11 Tahun di Bulukerto Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Kejanggalan

7 hours ago
Petani Luwihaji Tinggalkan Bakar Jerami, Beralih ke Dekomposer Ramah Lingkungan
News

Petani Luwihaji Tinggalkan Bakar Jerami, Beralih ke Dekomposer Ramah Lingkungan

7 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

February 17, 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

February 17, 2026

TERPOPULER

Sadranan Jelang Ramadan, Warga Ngruweng Klaten Doa Bersama di Makam Guru Spiritual Raja Surakarta

Pembangunan PT Sintec Industri Indonesia di Ngawi Picu Polemik, PUPR Ancam Sanksi hingga Pencabutan Izin

Sambut Ramadhan 1447 H, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi Sosialisasikan Penutupan THM

Gagal ke Final, Persinga Tetap Jaga Asa Promosi lewat Jalur Nasional

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In