IndonesiaBuzz: Gunungkidul, 2 Agustus 2025 – Suasana malam di Bukit Bintang, Srimulyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menjadi magnet bagi wisatawan. Hamparan kelap-kelip lampu Kota Yogyakarta yang terlihat jelas dari ketinggian, ditemani semilir angin pegunungan, membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat malam Minggu dan musim liburan.
Deretan warung kaki lima yang menjajakan jagung bakar dan aneka minuman hangat menjadi salah satu daya tarik utama. Giri (63), salah satu pedagang yang telah lebih dari satu dekade berjualan di sana, mengaku bersyukur dengan ramainya pengunjung.
“Alhamdulillah, sampai sekarang masih ramai yang datang. Apalagi malam Minggu atau musim liburan, banyak anak muda dan keluarga duduk-duduk sambil pesan jagung bakar. Rasanya lebih enak kalau dinikmati sambil lihat lampu kota dari atas sini,” ujarnya sambil mengipasi jagung di atas bara api, Sabtu (2/8/25).
Pantauan di lokasi, para wisatawan tampak bersantai beralas karpet, menyeruput kopi panas, menikmati jagung bakar, hingga bercengkerama dengan keluarga atau teman-teman mereka. Beberapa pengunjung bahkan memilih mengabadikan momen dengan latar belakang pemandangan kota yang bersinar di malam hari.
Bukit Bintang memang dikenal sebagai destinasi unggulan wisata malam bagi wisatawan domestik. Lokasinya yang strategis di jalur Yogyakarta–Wonosari, serta suguhan kuliner sederhana nan hangat, membuat kawasan ini menjadi pilihan favorit untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun terus melakukan penataan kawasan wisata ini demi kenyamanan dan keamanan pengunjung. Selain itu, upaya pemberdayaan warga lokal, seperti memberi ruang usaha bagi pedagang kaki lima, menjadi bagian dari langkah menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan pesona malam yang memikat, Bukit Bintang tetap menjadi bukti nyata bagaimana keindahan alam dan peran masyarakat lokal dapat bersinergi menjadi daya tarik wisata yang tak pernah padam. (Dimas.P/Koresponden Jogja)



