IndonesiaBuzz: Madiun, 2 November 2024 – Dalam sebuah momen yang sarat makna, Inda Raya, sosok perempuan inspiratif asal Kota Madiun yang peduli pada pelestarian budaya dan olahraga pencak silat, menghadiri pertemuan di Pendopo Joglo Graha Krida, Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Jalan Merak, Nambangan Kidul, Kota Madiun, Jumat (1/11/2024).
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Inda Raya ke berbagai organisasi dan perguruan pencak silat di Kota Madiun.
Acara tersebut juga menjadi momen istimewa bagi Inda Raya yang bertemu kembali dengan mantan gurunya di SMPN 1 Kota Madiun, Bapak Moerdjoko Hadi Wiyono, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSHT.
Dalam sambutannya, R. Moerdjoko HW menekankan pentingnya peran PSHT dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas kota, serta mengingatkan tentang sejarah panjang PSHT yang didirikan oleh Ki Hajar Harjo Oetomo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memelihara persaudaraan dan kebersamaan, serta menghindari konflik yang bisa merusak hubungan antarwarga di Madiun.
“Kami berpesan agar masyarakat menghargai perbedaan pilihan politik dan menjauhi perpecahan, terutama menjelang Pilkada Kota Madiun,” ungkapnya.
Inda Raya, dalam pidato penuh semangat, menekankan pentingnya agar PSHT dan perguruan pencak silat lainnya di Madiun lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Ia menyoroti kendala keamanan yang selama ini dianggap sebagai penghalang bagi pagelaran budaya yang berpotensi menarik wisatawan asing.
“Kenapa kita yang punya banyak perguruan pencak silat di Kota Madiun, kok tidak bisa? Itu greget saya,” ucap Inda Raya penuh antusias.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak terjebak dalam kekhawatiran berlebihan terkait Kamtibmas.
Menurutnya, sinergi yang lebih kuat dengan aparat keamanan serta kesepakatan bersama dapat memastikan keamanan acara-acara budaya dan olahraga.
Inda Raya berharap agar pemimpin Kota Madiun mendatang memberikan ruang lebih besar bagi PSHT sebagai pihak yang berkontribusi pada kemajuan daerah, bukan hanya sebagai objek kebijakan.Ia menyampaikan harapannya agar kearifan lokal seperti pencak silat bisa berkembang sebagai identitas Kota Madiun dan dikenal dunia, seperti halnya Reog Ponorogo.
“Ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga soal bagaimana kita, warga Madiun, bisa tampil dengan bangga di kancah nasional dan internasional,” tambahnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat memilih pemimpin yang dapat mendukung dan memfasilitasi hal ini tanpa kepentingan atau intimidasi.
Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Pusat PSHT, H. Issoebiantoro, menyampaikan apresiasi terhadap Inda Raya yang berusaha memikirkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi organisasi.
Ia berharap agar kepemimpinan baru Kota Madiun dapat menjembatani PSHT dan mendukung perannya dalam memajukan seni bela diri lokal.
Pertemuan ini menegaskan tekad kuat PSHT dan Inda Raya untuk memajukan budaya lokal. Dengan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan pencak silat sebagai salah satu warisan kebanggaan Madiun dapat terus berkembang dan mendunia.@narulata







