IndonesiaBuzz: Jakarta, 8 Desember 2024 – Harga bahan pokok di berbagai daerah terus melonjak menjelang akhir tahun 2024, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Komoditas yang paling terdampak antara lain beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan daging ayam.
Harga beras premium kini menyentuh Rp16.500 per kilogram, sementara harga cabai merah melambung hingga Rp70.000 per kilogram. Di sektor minyak goreng, harga curah tercatat naik menjadi Rp17.000 per liter, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harga ini memberatkan kami. Banyak pelanggan yang mengurangi belanja karena mahalnya bahan pokok,” ungkap Tati, seorang pedagang di Pasar Induk Cipinang, Jakarta.
Lonjakan harga ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, antara lain:
- Cuaca ekstrem: Hujan deras dan banjir di sentra produksi menghambat hasil panen, menurut laporan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang mencatat adanya anomali cuaca yang mempengaruhi produktivitas pertanian.
- Gangguan distribusi: Kerusakan infrastruktur akibat bencana memperburuk pasokan bahan pokok, seperti yang dilaporkan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa wilayah.
- Permintaan tinggi: Musim liburan memicu peningkatan konsumsi di berbagai daerah, hal ini tercatat dalam data dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang menunjukkan peningkatan konsumsi pangan menjelang akhir tahun.
Menanggapi situasi ini, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memastikan kelancaran pasokan, antara lain:
Operasi Pasar Nasional
Perum Bulog mendistribusikan 2 juta ton beras ke pasar-pasar tradisional. Operasi ini juga mencakup distribusi cabai dan bawang merah untuk menekan harga di konsumen. (Sumber: Kementerian Perdagangan RI)
Cadangan Pangan Strategis
Badan Pangan Nasional mengaktifkan cadangan pangan, terutama beras dan cabai, sebagai langkah darurat untuk stabilisasi harga. (Sumber: Badan Pangan Nasional)
Impor Beras Terbatas
Pemerintah menyetujui impor beras sebanyak 500.000 ton guna mengisi stok menjelang pergantian tahun. (Sumber: Kementerian Pertanian RI)
Bantuan Langsung Pangan
Program bantuan pangan diperluas untuk kelompok masyarakat rentan, dengan distribusi beras langsung ke rumah tangga miskin. (Sumber: Kementerian Sosial RI)
Pengawasan Ketat Pasar
Satgas Pangan bersama kepolisian melakukan pengawasan ketat distribusi bahan pokok untuk mencegah spekulasi harga. (Sumber: Satgas Pangan dan Polri)
Ekonom pangan Prof. Endah Widuri menilai bahwa langkah-langkah stabilisasi yang diambil pemerintah sudah tepat. Namun, ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
“Cadangan pangan nasional harus terus ditingkatkan, sementara distribusi perlu didukung dengan infrastruktur yang lebih baik,” ujar Prof. Endah Widuri.
Masyarakat berharap agar harga bahan pokok segera stabil untuk mengurangi beban ekonomi menjelang tahun baru.
“Kami butuh solusi cepat dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi pasar,” kata Siti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta Timur. [Tim/Nar]
Sumber:
Panel Harga Pangan Nasional : (https://panelharga.badanpangan.go.id)
Laporan Harga Badan Pusat Statistik (BPS) : (https://www.bps.go.id)







