IndonesiaBuzz : Madiun, Senin 24 Agustus 2026 – Sistem Lost and Found PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengamankan 657 barang penumpang yang tertinggal di kereta maupun stasiun sepanjang Januari–Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 320 barang atau 48,71 persen telah dikembalikan kepada pemilik, sedangkan 337 barang lainnya masih tersimpan di pos Lost and Found.
Berdasarkan catatan KAI Daop 7 Madiun, barang yang diamankan memiliki estimasi nilai total Rp469.142.000. Temuan itu mencakup 153 makanan, 472 barang biasa, serta 132 barang berharga.
Barang yang masuk kategori biasa antara lain tas, helm, jaket, topi, totebag, dan tas selempang berisi pakaian.
Sementara barang berharga yang ditemukan petugas meliputi dompet, telepon genggam, laptop, perhiasan, hingga tas berisi uang tunai senilai jutaan rupiah.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pelanggan tidak perlu panik ketika menyadari barangnya tertinggal.
“Sistem Lost and Found milik KAI menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan. Hal ini terbukti dengan pengembalian barang-barang berharga senilai puluhan hingga jutaan rupiah yang tertinggal,” ujar Tohari dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Setiap barang yang ditemukan petugas dicatat dalam basis data Lost and Found internal KAI. Pendataan tersebut digunakan untuk membantu proses verifikasi dan pencocokan ketika pelanggan melaporkan barang yang hilang.
KAI mengingatkan pelanggan agar mengecek kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan stasiun.
Jika barang tertinggal, pelanggan dapat segera menghubungi petugas Customer Service atau Polsuska di stasiun terdekat, Contact Center 121 atau WhatsApp 08111-2111-121, serta kanal resmi @KAI121.
“Kami pastikan setiap barang yang tertinggal akan kami amankan dengan baik melalui sistem pendataan yang transparan. Kepercayaan dan keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami,” tutup Tohari. (@Arn/Hms)







