IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 11 Februari 2025 – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor dalam menghadapi kebijakan efisiensi atau pengetatan anggaran pemerintah.
“Ini tantangan sangat berat. Tapi jangan bersedih, mari bersama-sama membuka ruang kesempatan dengan melakukan konsolidasi,” ujar Sultan HB X dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Senin (10/2).
Sultan menyebut bahwa konsolidasi menjadi langkah strategis untuk merumuskan ide-ide kreatif dalam membiayai pembangunan dan menjalankan program kerja. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak lagi bisa menjadi penopang utama pembangunan.
Anggaran negara, lanjutnya, hanya berperan sekitar 20 persen dan bersifat subsidi, sehingga diperlukan strategi kolaboratif guna menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah pengetatan fiskal.
“Oleh karena itu, kita perlu mendorong kerja sama semua pihak agar program pembangunan tetap berjalan dengan baik,” kata Sri Sultan.
Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY 2024 pada Minggu (9/2), Sultan menekankan pentingnya kesadaran semua pihak untuk berjejaring dan bekerja sama. Menurutnya, manfaat ekonomi harus dirasakan bersama, baik dalam menghadapi keuntungan maupun risiko yang muncul.
Raja Keraton Yogyakarta ini juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif, termasuk dengan dunia industri, untuk menyatukan visi dan mengonsolidasikan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pihak luar dapat dikurangi, sementara sumber daya dalam negeri dapat dioptimalkan.
“Perlu keberanian bagi pemerintah untuk memberi kemudahan, jangan malah dipersulit karena tantangan masa depan sudah berbeda. Jangan kita bangga dengan menjual produk asing, sementara kita tidak punya kemampuan untuk bersaing,” pungkas Sultan HB X.



