IndonesiaBuzz: Wonogiri, 21 Mei 2026 – Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali terlihat dalam penutupan program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Dusun Gunungan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (21/5/26).
Kegiatan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” tersebut dipimpin langsung Dandim 0728/Wonogiri Rodricho Ivan Pattihanuan dan dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur TNI, Polri, Forkopimda, organisasi masyarakat, pelajar, hingga warga setempat.
Dari unsur kepolisian, hadir Wakapolres Wonogiri Parwanto bersama jajaran personel Polres dan Polsek yang selama pelaksanaan program turut mendukung pengamanan serta kelancaran kegiatan.
Program TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Hargantoro berlangsung selama 30 hari sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 dengan fokus pada pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam program tersebut, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan, di antaranya pembangunan rabat jalan beton sepanjang 1.000 meter dengan lebar tiga meter serta pembangunan talud jalan guna meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas warga desa.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Usai upacara penutupan, jajaran Forkopimda Wonogiri melakukan peninjauan hasil pembangunan di Dusun Sanggrahan, Desa Hargantoro, sekaligus penandatanganan prasasti dan peresmian hasil pembangunan.

Upacara penutupan program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026.
Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres Wonogiri Anom Prabowo menegaskan Polri mendukung penuh pelaksanaan TMMD sebagai bagian dari sinergi lintas sektoral dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan kegiatan, namun juga aktif mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pembangunan di wilayah,” ujar AKP Anom.
Menurutnya, keberhasilan program TMMD juga menunjukkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat dalam membangun desa bersama aparat negara.
“Melalui TMMD, hubungan emosional antara aparat dan masyarakat semakin kuat. Polri berharap hasil pembangunan ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga serta dipelihara bersama demi kepentingan masyarakat jangka panjang,” katanya.
Program TMMD selama ini menjadi salah satu instrumen pembangunan berbasis kolaborasi yang menghubungkan kekuatan institusi negara dengan kebutuhan riil masyarakat desa.
Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, TMMD juga dipandang sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antara aparat dan warga sekaligus membangun ketahanan wilayah dari tingkat desa.
Di tengah tantangan pembangunan pedesaan dan pemerataan infrastruktur, pendekatan gotong royong lintas sektor seperti TMMD dinilai tetap relevan sebagai model pembangunan partisipatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







