IndonesiaBuzz: Padang Pariaman, 13 Oktober 2023 – Masyarakat di kawasan perbukitan Nagari Surantiah, Kecamatan Lubung Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, digegerkan dengan adanya penemuan sebuah Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), tepatnya di lokasi tambang galian C yang juga merupakan tempat mencari bahan baku batu nisan warga setempat.
Anwar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari pemuda daerah setempat atas temuan itu kepada pihak Nagari dan pemerintah daerah.
“Penemuan itu bermula dari temuan pemuda daerah tersebut, pada hari Rabu (4/10) dan melaporkannya pada pihak Nagari serta pemerintah,” katanya.
Berdasarkan laporan tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama otoritas terkait segera menindaklanjuti dengan melihat langsung temuan tersebut.
“Dari temuan yang ada, menurut para ahli yang hadir, dapat diduga bahwa di Bukit Paladangan ini terdapat warisan budaya yang berasal dari masa prasejarah,” ujar Anwar.
Ia pun menjelaskan bahwa pekan lalu beberapa ahli seperti Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (ABPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Dodi Chandra, Ketua Forum Tim Arkeologi Cagar Budaya (TACB) Sumbar Prof. Herwandi, Kabid Kebudayaan Disdikbud, Syamdani, dan Adriyan Mayendra Gulo selaku anggota TACB Sumbar turut hadir.
Selain itu, ia juga mendapatkan penjelasan mengenai temuan ODCB langsung dari Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumatera Barat bahwa objek ini harus segera dilindungi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
“Yang sangat menarik dari penemuan ini adalah adanya pilar-pilar dan balok-balok batu yang ditemui. Ini mengingatkan pada situs prasejarah Gunung Padang di Provinsi Jawa Barat. Menurut mereka, situs ini memiliki nilai sejarah yang sangat berharga, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Dedi Spendri, menyatakan bahwa terkait penemuan ini, Dinas sudah mengirim surat ke Dinas Kebudayaan Provinsi.
“Saat ini, temuan ini masih dalam penelitian Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi,” jelasnya.
Diketahui beberapa bulan terakhir, bukit ini telah menjadi areal penambangan galian C, di mana tanah digali untuk memenuhi kebutuhan beberapa proyek. Dalam proses penambangan itu, banyak sekali ditemukan tunggak dan balok-balok batu berukuran 2 meter atau lebih. Beberapa balok batu tersebut berbentuk empat persegi atau tonggak (pillar). Beberapa di antaranya memiliki hiasan berupa garis-garis lurus, dan bahkan ditemukan lesung batu serta perkakas dari batu yang berbentuk kapak. @wara-e







