Indonesiabuzz.com : Situbondo, 4 Juni 2024 – Terjadi lagi. Setelah kasus meninggalnya seorang siswa pencak silat usai menjalani latihan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada bulan Mei lalu, dengan terdakwa adalah pelatihnya yang diganjar hukuman 5 bulan 17 hari oleh pengadilan, kini kasus yang hampir sama terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Pasalnya, seorang siswa yunior salah satu perguruan silat di Situbondo mengalami memar hampir di sekujur tubuhnya akibat dianiaya oleh eman orang seniornya.
Korban adalah RK (15), warga Kelurahan Dawuhan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang mengalami memar hampir di sekujur tubuhnya tersebut mela[porkan kejadian tersebut ke pihak Polres Situbondo bersama kedua orang tuanya.
“Iya, benar (laporan). Kami akan segera selidiki,” jelas Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Momon Suwito Pratomo.
“Anggota sudah mendatangi rumah korban dan menghimpun keterangan dan saksi sebagai bahan penyelidikan,” lanjut Kasat Reskrim Polres Situbondo tersebut.
Kerabat korban mengungkapkan bahwa RK adalah korban pengeroyokan ketika pulang usai latihan silat. Pengeroyokan tersebut terjadi di luar area latihan silat.
Setelah kejadian, RK tidak langsung memberi tahu orang tuanya. Namun sehari setelah kejadian, RK merasakan kesakitan di sejumlah bagian tubuhnya yang membuat dirinya harus bercerita tentang kejadian yang dialaminya. Sontak hal tersebut membuat kedua orang tua RK terkejut dan langsung melaporkannya ke Polres Situbondo.
“Pihak rumah sakit sempat menyebut korban tidak apa-apa. Padahal RK terus lemas dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ini sudah 5 harian,” ujar kerabat RK. (Puthut-Red)





