IndonesiaBuzz: Jakarta, 7 Maret 2026 – Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, meminta pemerintah bersikap terbuka kepada publik terkait kondisi cadangan energi nasional. Hal ini disampaikan Gobel menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 23 hari.
Dalam keterangannya, Sabtu (7/3/26), Gobel menegaskan bahwa transparansi pemerintah penting agar masyarakat memahami kondisi yang sebenarnya, sekaligus dapat mengambil sikap yang bijak dalam penggunaan energi.
“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar politisi dari Partai NasDem tersebut.
Menurut Gobel, dinamika geopolitik global saat ini turut memengaruhi kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, dinilai berpotensi berdampak pada ketersediaan energi global, baik minyak, gas, maupun listrik.
Namun demikian, Gobel menilai situasi ini juga dapat menjadi momentum pembelajaran bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional.
Ia menekankan pentingnya langkah strategis dari berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara di sektor energi seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero), dalam menyiasati kondisi tersebut.
“Yang paling penting menurut saya adalah pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis. Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” tegasnya.
Salah satu pekerjaan rumah yang dinilai mendesak adalah percepatan investasi di sektor energi, khususnya pada pembangunan fasilitas pengolahan seperti kilang minyak (refinery), serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat,” kata Gobel.
Di sisi lain, Gobel juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat memperburuk kondisi distribusi energi di lapangan.
Ia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi kunci, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga seluruh elemen bangsa, agar masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak.
“Dalam hal ini perlu edukasi tidak hanya dari pemerintah, namun juga seluruh elemen bangsa kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan,” ujarnya.
Gobel menegaskan, sebagai negara besar, Indonesia perlu memperkuat sistem ketahanan energi agar lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global. @yudi







