IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 31 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melaksanakan program pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan dengan melepas 25 ekor burung hantu jenis Tyto Alba di Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kamis (31/7/25).
Pelepasan burung hantu tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Dalam sambutannya, ia berharap langkah ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membawa kesejahteraan bagi para petani.
“Besar harapan kami, perhatian khusus pada sektor pertanian dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Nurul Azizah.
Pemkab Bojonegoro menargetkan capaian hasil panen padi sebesar 800.000 ton pada tahun ini. Selain itu, sektor pertanian juga ditetapkan sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah pada 2026.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bojonegoro, Imam Fanani, menjelaskan bahwa penggunaan burung hantu sebagai predator alami tikus merupakan langkah yang lebih aman dibandingkan penggunaan jebakan tikus listrik, yang di beberapa daerah telah memakan korban jiwa.
“Ini sebagai upaya mengantisipasi kasus jebakan tikus listrik yang telah menelan korban jiwa, sehingga kami memilih pengendalian yang ramah lingkungan,” kata Fanani.
Desa Nguken dipilih sebagai lokasi launching program ini karena potensi lahan pertaniannya yang cukup luas dan diharapkan mampu kembali meningkatkan hasil panen. Sebelumnya, program serupa juga telah dilaksanakan di Desa Ngradin dan sejumlah desa lain di wilayah Bojonegoro.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PT ADS Bojonegoro sebagai stakeholder pendukung, Kepala Dinas PKP Kabupaten Bojonegoro, Camat Padangan beserta Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Padangan. (M. Tohir/Koresponden Bojonegoro)







