Bojonegoro, 29 Agustus 2025 – Di tengah gempuran teknologi digital dan minimnya minat baca masyarakat, seorang pemuda asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, membuat gebrakan dengan membuka persewaan buku yang dinamai Buku Jenggala. Usaha ini digagas Baharudin atau yang akrab disapa Rudi Reading, sebagai upaya memeratakan akses bacaan bagi masyarakat.
Kepada IndonesiaBuzz, Rudi mengaku usaha tersebut berawal dari kegelisahannya melihat masyarakat yang jarang membaca. Ia kemudian mengumpulkan buku dengan modal pribadi secara bertahap untuk disewakan.
“Awalnya saya berpikir bagaimana cara menjajakan buku supaya diminati banyak kalangan. Dari uang sewa yang masuk, kami putar kembali untuk membeli buku baru. Ada juga bantuan buku dan dana dari teman maupun kerabat,” ujar Rudi, Jumat (29/8/2025).
Buku Jenggala menawarkan penyewaan dengan tarif terjangkau, yakni Rp5.000 untuk satu buku selama sepekan. Denda keterlambatan Rp1.000 per hari jarang diberlakukan. Menurut Rudi, keuntungan utamanya bukanlah uang, melainkan kesempatan masyarakat untuk lebih dekat dengan bacaan bermutu.
Seiring berjalannya waktu, usaha ini tidak lagi dikelola seorang diri. Rudi kini dibantu sepupunya dalam mengampanyekan pentingnya literasi. Buku Jenggala semakin dikenal luas melalui berbagai kegiatan literasi di Bojonegoro, media sosial, serta partisipasi dalam acara masyarakat seperti Car Free Day, bazar UMKM, hingga diskusi mahasiswa.
Selain menyediakan layanan persewaan, Buku Jenggala juga rutin menggelar diskusi publik membahas isu-isu sosial, politik, sastra, hingga lingkungan. Koleksi bukunya beragam, mulai dari novel anak, novel petualangan, hingga buku riset, filsafat, sejarah, agama, dan kesehatan mental.
Namun, usaha ini tak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai penyewaan buku tidak sejalan dengan semangat pemerataan literasi. Menanggapi hal tersebut, Rudi menyatakan,
“Kalau ada yang menilai kontribusi Buku Jenggala setengah-setengah, semoga mereka bisa memberi kontribusi lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Buku Jenggala berlokasi di Desa Wedi, Gang Dono RT 1 RW 1, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Layanan persewaan tersedia di sudut warung Kedai Mantri, di mana pengunjung juga bisa membaca sambil menikmati kopi.
Sera (34), salah satu pelanggan, mengaku puas dengan layanan yang diberikan.
“Koleksi Buku Jenggala bagus-bagus dan selalu diperbarui. Bahkan buku baru terbit pun cepat tersedia di sini. Kadang sampai rebutan dengan penyewa lain,” tuturnya.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, Rudi Reading dan Buku Jenggala berupaya menjaga semangat membaca di Bojonegoro, sekaligus membuktikan bahwa budaya literasi masih bisa tumbuh meski di tengah tantangan zaman digital. (M. Tohir/Koresponden Bojonegoro)







