IndonesiaBuzz: Minggu, 2 Februari 2025 – DeepSeek adalah kecerdasan buatan (AI) asal China yang kini menjadi pesaing utama model AI dari Amerika Serikat (AS). AI ini dikembangkan dengan teknologi canggih dan biaya yang lebih rendah, menjadikannya setara dengan ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic.
DeepSeek dikembangkan oleh startup teknologi yang berbasis di Hangzhou, Zhejiang. Perusahaan ini didirikan pada 2023 dan dipimpin oleh Liang Wenfeng, seorang ahli teknik informasi elektronik dari Zhejiang University. Dengan visi besar dalam inovasi AI, Wenfeng berambisi membawa China ke peta persaingan global AI.
DeepSeek mulai menarik perhatian dunia setelah meluncurkan model terbaru, DeepSeek R-1, pada 20 Januari 2025. Model ini diklaim memiliki kecerdasan tinggi dengan efisiensi pengembangan yang lebih baik dibandingkan kompetitornya dari AS.
Analis investasi di lembaga keuangan Truist, Keith Lerner, mengatakan bahwa kehadiran DeepSeek membuat pasar mulai mempertanyakan kemampuan perusahaan-perusahaan AS dalam industri teknologi AI, yang selama ini selalu diunggulkan.
“Peluncuran model DeepSeek membuat investor mempertanyakan keunggulan yang dimiliki perusahaan AS, berapa banyak yang dibelanjakan, dan apakah pengeluaran tersebut akan menghasilkan laba atau justru menjadi pemborosan,” kata Lerner, dikutip dari CNN Business.
Sementara itu, menurut Kepala Strategi Investasi di Saxo, Charu Chanana, efisiensi pengembangan yang lebih tinggi membuat DeepSeek berpotensi menarik minat investor karena menawarkan pertumbuhan yang menjanjikan.
Beberapa faktor yang membuat DeepSeek menjadi pesaing serius bagi AI buatan AS antara lain:
- Biaya Pengembangan Lebih Rendah – DeepSeek R-1 dikembangkan dengan anggaran sekitar $6 juta, jauh lebih efisien dibandingkan GPT-4 yang menelan biaya hingga $63 juta.
- Teknologi Efisien – Menggunakan arsitektur Mixture-of-Experts (MoE) dan teknik Chain-of-Thought (CoT), yang membuatnya hemat sumber daya tanpa mengorbankan performa.
- Hasil Benchmark Unggul – DeepSeek mengalahkan model AI lain dalam uji coba pemahaman konteks dan pemecahan soal matematika tingkat internasional.
- Pendekatan Open Source – Berbeda dengan ChatGPT yang bersifat tertutup, DeepSeek R-1 dirilis secara open source, memungkinkan lebih banyak inovasi dan pengembangan oleh komunitas.
Peluncuran DeepSeek mengguncang industri teknologi global. Saham perusahaan AI besar seperti Nvidia, Meta, dan Alphabet mengalami penurunan setelah rilis DeepSeek R-1. Pemerintah AS juga mulai mempertimbangkan pembatasan ekspor chip AI ke China sebagai upaya mempertahankan dominasi teknologi mereka.
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS, terutama yang berfokus di bidang AI, harus berhati-hati terhadap perkembangan DeepSeek dan perusahaan AI China lainnya.
“Saya takjub melihat mereka membuat model AI open source yang bisa berjalan secara efisien namun tetap memiliki performa baik,” ujar Nadella dalam sebuah acara, dikutip dari CNBC dan dihimpun KompasTekno, Senin (27/1/2025).
“Kita harus waspada terhadap perkembangan AI China di masa depan,” pungkas Nadella.
Dikutip dari Business Insider, perusahaan media sosial besar yang juga mengembangkan model AI Llama, Meta, turut khawatir dengan kehadiran DeepSeek. Meta bahkan dilaporkan telah menyiapkan agenda untuk menganalisis teknologi yang digunakan DeepSeek.
Meta dikabarkan ingin mengetahui bagaimana DeepSeek bisa memangkas ongkos pengembangan. Selain itu, Meta juga ingin memahami data apa yang digunakan dalam pengembangan model AI DeepSeek.
DeepSeek kini tidak hanya berfokus pada AI berbasis teks, tetapi juga mulai merambah ke teknologi penciptaan gambar AI. Model terbaru mereka, Janus Pro, diklaim lebih unggul dibandingkan DALL-E 3 dari OpenAI dan Stable Diffusion.
DeepSeek menjadi tantangan serius bagi dominasi AI AS. Dengan biaya pengembangan yang lebih efisien, kecerdasan yang lebih tinggi, serta strategi open-source, DeepSeek berpotensi mengubah lanskap industri AI global. Persaingan antara China dan AS di dunia AI kini semakin ketat, dan dunia menanti bagaimana inovasi ini akan berkembang di masa depan.







