IndonesiaBuzz : Jakarta, 28 November 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkuat komitmen perlindungan pelanggan dari maraknya kejahatan digital melalui penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) pada jaringannya.
Sejak resmi diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berhasil mengidentifikasi serta mencegah lebih dari 500 juta percobaan penipuan digital melalui SMS maupun panggilan dalam kurun waktu 2,5 bulan.
Sistem tersebut juga melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan setiap bulan dari potensi kerugian akibat spam dan scam.
Langkah penguatan keamanan digital ini menjadi bagian dari perjalanan AIvolusi5G Indosat, yang mengintegrasikan kecanggihan AI dengan jaringan 5G untuk menghadirkan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan.
Sistem bekerja otomatis di tingkat jaringan, menyaring panggilan serta pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan maupun perangkat khusus.
Urgensi perlindungan digital tergambar dalam laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025, yang dirilis akhir Agustus.
Laporan mencatat 66 persen orang dewasa di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14 persen di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian Rp49 triliun (USD3,3 miliar).
Sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung, seperti instant messaging dan SMS.
Selain kerugian finansial, 51 persen korban mengaku mengalami stres akibat kejadian tersebut.
Bilal Khazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri. Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.”
Berdasarkan data internal Indosat, lebih dari 290 juta panggilan spam teridentifikasi pada jaringan VoLTE.
Selain itu, lebih dari 145 juta pesan spam dan scam telah ditandai, termasuk 110 juta pesan penipuan.
Meski sistem belum sepenuhnya memblokir pesan dan panggilan berbahaya, perannya sebagai peringatan dini dinilai efektif menekan risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital.
Pelanggan menerima notifikasi peringatan sebelum menjadi korban, sehingga dapat mengambil langkah pencegahan.
Indosat menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan berdampingan dengan peningkatan literasi digital.
Prinsip Zero Trust — tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi — menjadi fondasi pendekatan fitur ini agar masyarakat lebih waspada terhadap pesan, tautan, dan panggilan mencurigakan.
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AIvolusi5G tersedia bagi pelanggan IM3 melalui layanan SATSPAM, yang terbagi menjadi SATSPAM BASIC yang aktif otomatis untuk seluruh pengguna prabayar IM3, dan SATSPAM+ yang menyediakan deteksi tautan berbahaya.
Untuk pelanggan Tri, fitur serupa hadir dengan sistem kode warna: toska untuk nomor aman, kuning untuk nomor tidak dikenal, dan merah untuk nomor berisiko.
Pelanggan IM3 dan Tri juga dapat mengakses perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+, yang memberikan pop-up notifikasi berwarna dan ringkasan panggilan mencurigakan.
Dengan dukungan teknologi AI yang terus berkembang serta edukasi keamanan siber berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya melindungi pelanggan dari ancaman digital sekaligus membangun kepercayaan dan ketangguhan masyarakat di era konektivitas tanpa batas. (Hms)







