IndonesiaBuzz : Madiun, 17 Desember 2025 – Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Madiun hingga akhir November 2025 mencapai 19,22 persen dari total penduduk wajib KTP elektronik.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Madiun di jajaran dua besar capaian IKD se-Jawa Timur, meski masih berada di bawah target nasional sebesar 30 persen hingga akhir tahun 2025.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun, Sayogyo, S.Sos., menyebut capaian tersebut berdasarkan laporan per November yang diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Per November kemarin capaian IKD Kabupaten Madiun sudah mencapai 19,22 persen dari target nasional 30 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/12).
Untuk mengejar peningkatan capaian tersebut, Dukcapil Kabupaten Madiun mengintensifkan layanan jemput bola dengan menurunkan tiga tim ke desa-desa. Tim tersebut melayani aktivasi IKD, perekaman KTP elektronik, serta berbagai layanan administrasi kependudukan lainnya.
“Kami mulai turun ke desa-desa sesuai jadwal. Satu kecamatan ditargetkan selesai dalam satu hari karena waktu efektif tinggal sekitar 10 hari kerja,” kata Sayogyo.
Selain aktivasi IKD dan perekaman KTP elektronik, layanan jemput bola juga mencakup pengurusan akta kelahiran bagi anak usia 0 hingga 18 tahun.
Untuk efektivitas pelayanan, warga dikumpulkan di satu titik desa terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan.Namun demikian, Sayogyo mengakui minat masyarakat terhadap aktivasi IKD belakangan ini mengalami penurunan dibandingkan pada awal program.
“Awal-awal bisa mencapai 300 sampai 400 orang per hari, sekarang rata-rata sekitar 100 orang, bahkan kadang hanya 50 orang,” jelasnya.
Ia menilai, penurunan tersebut dipengaruhi oleh masih minimnya pemahaman masyarakat terkait manfaat IKD, serta keterbatasan kepemilikan telepon genggam dan akses jaringan internet di sejumlah wilayah.
Meski begitu, Dukcapil Kabupaten Madiun tetap optimistis capaian IKD hingga akhir tahun 2025 dapat meningkat secara signifikan. Dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, target realistis ditetapkan di kisaran 25 persen.
“Kalau target 30 persen berat, kami realistis menargetkan capaian sekitar 25 persen hingga akhir tahun, yang secara nasional sudah tergolong tinggi,” pungkasnya. (@Arn/Tim)







