IndonesiaBuzz: Klaten, 24 Juni 2025 – Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari guru TK/PAUD, SD, pustakawan, pegiat literasi, serta orang tua anak usia dini mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang digelar selama tiga hari di ruang Banggar DPRD Klaten, Senin–Rabu (23–25 Juni 2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Klaten.
Pembukaan Bimtek dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama Ketua TP PKK Klaten sekaligus Bunda Literasi, Fahrani Hamenang. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai langkah nyata menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
“Kalau bicara membaca nyaring, ini adalah teknik membaca yang bisa dimanfaatkan untuk menarik generasi muda kembali pada buku. Ini penting, mengingat saat ini banyak anak yang terlalu nyaman dengan gawai,” ujar Hamenang.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan berbagai survei, durasi dan kualitas membaca melalui gawai cenderung lebih rendah dan menghasilkan daya ingat yang lebih pendek dibanding membaca buku fisik. Oleh karena itu, membaca nyaring, seperti halnya mendongeng, dianggap mampu menumbuhkan imajinasi anak dan menciptakan keterikatan emosional dengan buku.
Kepala Dispersip Klaten, Pramana Agus Wijanarka, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan penggerak literasi agar mampu menerapkan teknik membaca nyaring secara efektif dan menyenangkan, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
“Kami ingin budaya literasi benar-benar tertanam, bukan hanya seremonial. Peserta bisa mengaplikasikan ilmunya di sekolah, rumah, maupun komunitas,” ungkap Pramana.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Komunitas Read Aloud Klaten, yang memberikan materi dan praktik langsung kepada peserta.
Di akhir sambutannya, Bupati Hamenang menyampaikan harapannya agar Klaten bisa tumbuh sebagai kota literasi. Ia juga membuka ruang saran dan masukan dari berbagai pihak untuk menggelar program-program inovatif, seperti festival literasi, demi menumbuhkan minat baca generasi muda.







