IndonesiaBuzz: Selasa, 1 Juli 2025 – Dunia siber kembali diguncang oleh kebocoran data berskala masif yang dikategorikan sebagai darurat keamanan siber global. Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh Cybernews dan Forbes, dengan lebih dari 16 miliar kredensial login dilaporkan bocor dan tersebar luas di internet. Temuan ini menjadikannya sebagai insiden peretasan terbesar dalam sejarah.
Berbeda dari kebocoran data sebelumnya, informasi yang terungkap kali ini bukanlah hasil daur ulang dari insiden lama, melainkan data baru yang berhasil dikumpulkan secara sistematis melalui serangan malware jenis infostealer. Malware ini bekerja secara diam-diam dengan mencuri nama pengguna dan kata sandi dari perangkat yang terinfeksi, lalu mengunggahnya ke server yang dikendalikan oleh peretas.
Setidaknya ada 30 kumpulan data terpisah yang ditemukan, masing-masing berisi puluhan juta hingga lebih dari 3,5 miliar entri. Data ini sangat terstruktur, mencantumkan URL layanan diikuti dengan username dan password, sehingga sangat mudah dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.
Dalam analisis terhadap lebih dari 1 miliar kata sandi yang dicuri sepanjang 2024, penyedia layanan keamanan kata sandi Specops menemukan bahwa mayoritas pengguna masih mengabaikan praktik keamanan dasar saat membuat kata sandi—bahkan untuk sistem yang bersifat kritikal.
Specops, turut menyoroti risiko serangan terhadap koneksi Remote Desktop Protocol (RDP), yang banyak digunakan oleh pekerja hybrid untuk mengakses komputer atau server jarak jauh. RDP menjadi sasaran empuk bagi peretas, termasuk geng ransomware, karena banyak pengguna masih menggunakan kata sandi yang lemah.
Beberapa layanan populer seperti Apple, Google, Facebook, Telegram, GitHub, hingga sejumlah platform pemerintahan disebut sebagai target potensial dalam kebocoran ini. Setelah menemukan port RDP yang terbuka, peretas akan melakukan serangan brute force untuk menebak kombinasi username dan password. Semakin sederhana kata sandi yang digunakan, semakin cepat akses dapat diperoleh.
Berikut adalah daftar 10 kata sandi yang paling sering dicuri oleh penjahat siber:
- 123456
- 1234
- Password1
- 12345
- P@ssw0rd
- password
- Password123
- Welcome1
- 12345678
- Aa123456
Kata sandi seperti “123456” dan “1234” menunjukkan masih banyak pengguna memilih kombinasi “keyboard walk” yang mudah ditebak. Sementara itu, pilihan seperti “P@ssw0rd” kerap digunakan hanya untuk memenuhi syarat kombinasi huruf kapital, angka, dan karakter khusus—padahal tetap rentan dibobol.
Para pakar keamanan siber menyarankan agar pengguna segera mengganti kata sandi mereka dengan kombinasi yang kuat dan unik, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) sebagai lapisan perlindungan tambahan. Selain itu, pengguna juga diimbau untuk rutin memantau akun mereka melalui layanan pendeteksi kebocoran data agar dapat bertindak cepat jika akun mereka terdampak.
Dapatkan breaking news dan pilihan berita terbaik langsung di ponselmu. Akses sekarang di IndonesiaBuzz.com WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbB0Pi6GpLHNXUg9xv0g







