IndonesiaBuzz: Ponorogo, 4 Desember 2023 – Sebuah usaha rumahan yang memproduksi pentol corah dan otak-otak di Ponorogo berhasil menembus pasar luar daerah. Usaha tersebut bernama Assegaf Jaya, yang didirikan oleh Ismani dan Ulwin Roisatul Husna, pasangan suami istri asal Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis.
Assegaf Jaya berdiri sejak tahun 2013, ketika Ulwin sedang hamil anak pertamanya. Ulwin, yang merupakan lulusan S2 Jurusan Manajemen Pendidikan Islam di IAIN Ponorogo mengatakan, bahwa ia selalu ingin makan pentol corah saat hamil.
“Kami merintis usaha ini ketika hamil anak pertama, kebetulan saya waktu hamil anak pertama itu nyidamnya pentol corah terus,” katanya, Senin (4/12/2023).
Bersama suaminya, Ulwin mulai membuat pentol corah dan otak-otak sendiri, dan ternyata hasilnya memuaskan. Mereka kemudian memasarkan produk mereka di stand-stand depan sekolah. Nama Assegaf Jaya sendiri diambil dari nama anak pertama mereka.
Ulwin mengungkapkan, dalam rumah produksi Assegaf Jaya ada dua bagian, yaitu bagian produksi (dapur) dan bagian penjual. Bagian produksi diisi oleh 20 karyawan, kebanyakan ibu-ibu, sedangkan bagian penjual diisi oleh 10 karyawan.

Owner Assegaf Jaya, Ulwin Roisatul Husna.
Seperti halnya pengusaha lain, Ulwin juga mengalami pasang surut dalam menjalankan usahanya. Pentol corah dan otak-otak yang dibuatnya memiliki bahan dasar tepung dan bumbu khas, yang harus melalui tiga tahap pembuatan, yaitu pembuatan adonan, pengukusan, pemotongan, dan pengemasan.
“Semua pengerjaannya kami lakukan secara manual,” ujarnya.
Assegaf Jaya mampu memproduksi pentol corah dan otak-tak sebanyak 600 kg per hari. Karyawannya bekerja mulai dari Subuh hingga sore hari, dengan sistem shift.
Ulwin mengaku, kendala yang sering dihadapi adalah ketersediaan bahan baku. Terkadang, tepung yang digunakan berpengaruh pada warna makanan, dan ikan yang menjadi bahan otak-otak juga sering habis, sehingga harus mencari di luar daerah.
Assegaf Jaya tidak hanya menjual produknya secara grosir, tetapi juga eceran. Mereka memiliki stand di sekitar kampus IAIN Jalan Pramuka, yang bisa melayani pesanan konsumen.
“Konsumen ada yang memesan distand kami yang didekat kampus IAIN, bisa juga langsung ke rumah,” tuturnya.
Produk pentol corah dan otak-otak Assegaf Jaya sudah menyebar ke luar Kabupaten Ponorogo. Harga pentol corah per bungkus adalah Rp22.000 plus sambal, dan harga otak-otak per bungkus adalah Rp9.000.
“Pentol corah per bungkus beratnya sekitar 1,2 kg, dan otak-otak per bungkus beratnya sekitar 500 gram. Jika ingin tambah sambal, harganya Rp10.000,” imbuhnya.

Rumah produksi pentol corah dan otak-otak Assegaf Jaya.
Dengan usahanya, Ulwin berharap bisa membantu memajukan UMKM dan memanfaatkan SDM di Desa Tegalsari. Ia juga mengapresiasi kerjasama dan dukungan dari Pemerintah Desa Tegalsari dalam setiap kegiatan yang digelar.
Selain itu, ia juga memberikan motivasi bagi para pelaku UMKM yang baru memulai usaha, agar tidak takut mencoba, sabar, tlaten, dan ulet.
“Kami berharap usaha kami bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Risma salah satu pelanggan pentol corah asal Bungkal, mengaku sudah berlangganan sejak tahun 2015. Ia membeli pentol corah dan otak-otak di Assegaf Jaya karena rasanya enak.
“Saya sudah sering beli disini sejak masih sekolah sekitar 2015. Karena rasanya enak,” tandasnya. (Fjr)







