IndonesiaBuzz: Solo, 21 Juni 2025 – Taman Balekambang Solo kembali menjadi panggung seni dan budaya dengan digelarnya pameran seni rupa nasional bertajuk “Art Sura”, yang berlangsung mulai 21 hingga 29 Juni 2025. Acara ini menghadirkan lebih dari 300 karya seni rupa dari lebih 100 seniman lintas daerah di Indonesia.
Pameran ini merupakan inisiasi langsung dari Wali Kota Surakarta Respati Ardi, yang menaruh perhatian besar pada penguatan ekosistem seni di kota budaya ini. Melalui “Art Sura”, Respati ingin mendorong Solo menjadi titik temu seniman nasional sekaligus kota tujuan utama pertunjukan seni rupa di Indonesia.

Deretan lukisan yang di pajang di “Art Sura” Taman Balekambang,Surakarta
Menurut Adrian Zakhary, Direktur Art Sura saat di temui IndonesiaBuzz Senin ( 23/6/25) malam. “Kami ingin Solo kembali menjadi panggung utama ekspresi seni rupa, bukan hanya sebagai penonton, tapi juga penggerak. ‘Art Sura’ adalah langkah awal menuju misi itu,” ungkap nya.
Kegiatan ini menampilkan karya-karya beragam mulai dari lukisan, seni instalasi, patung, fotografi seni, patung, ilustrasi digital, serta karya inovatif berbasis teknologi seperti NFT Art, AI-generated Art,Augmented Reality Installation,AR Toys hingga karya eksperimental, yang tersebar di berbagai sudut Taman Balekambang, menciptakan lanskap visual yang kaya dan interaktif.

Hand painting di media mesing penggiling kopi
Ia menambahkan “Art Sura” merupakan ajang kolektif yang membawa semangat kebangkitan seniman lokal dan penguatan jejaring seniman nasional. Sekitar 70 persen peserta merupakan seniman asal Solo dan sekitarnya, sementara sisanya berasal dari berbagai kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, hingga Padang.
“Pameran ini bukan sekadar ruang pamer, tapi juga ruang apresiasi dan perjumpaan ide lintas generasi. Solo harus menjadi rumah bagi para seniman Nusantara,” tutur Ardian.
Pameran terbuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dan dapat diakses gratis oleh masyarakat umum. Suasana taman yang rindang dan dinamis menjadi latar yang memperkuat dialog antara karya, ruang, dan publik.
Ke depan, Ardian berharap “Art Sura” bisa bertransformasi menjadi agenda tahunan berskala internasional, yang mampu menghadirkan seniman dari mancanegara serta memperluas jejaring seni global.







