IndonesiaBuzz: Ngawi, 18 September 2026 – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 akan mencatat babak baru dalam pembinaan olahraga beladiri campuran. Untuk pertama kalinya, Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) resmi masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Jawa Timur.
POPDA XV Jatim dijadwalkan berlangsung mulai 6 November 2026 di Kabupaten Ngawi. Dari sekitar 30–31 cabang olahraga yang dipertandingkan, IBCA MMA menjadi salah satu cabang baru yang mendapat kepercayaan untuk tampil dalam pesta olahraga pelajar dua tahunan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IBCA MMA Jawa Timur, Arief Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut debut tersebut.
Hal itu disampaikan Arief seusai mengikuti Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IBCA MMA Jawa Timur di Blitar, Kamis malam (17/9/2026).
“Untuk kesiapan POPDA, kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov. Dari Pemprov sendiri memberikan dukungan dalam berbagai bentuk untuk menyukseskan kegiatan POPDA. Kami full support dari setiap kabupaten dan kota,” kata Arief.
Menurut Arief, keikutsertaan IBCA MMA dalam POPDA menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga beladiri campuran sekaligus pembinaan atlet pelajar di Jawa Timur.
Ia menyebut POPDA XV menjadi penyelenggaraan perdana IBCA MMA dalam ajang olahraga pelajar tingkat provinsi di Jawa Timur. Karena itu, kompetisi tersebut dinilai menjadi ruang penting bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level provinsi.
“Ini baru pertama kali POPDA IBCA MMA diselenggarakan di Jawa Timur. Ini menjadi suatu ajang terbaik untuk kelas pelajar di tingkat pekan olahraga pelajar daerah,” ujarnya.
Dalam debutnya, IBCA MMA akan mempertandingkan sekitar 30 kelas. Pertandingan mencakup kategori putra dan putri dengan pembagian berdasarkan kelompok usia yang telah ditetapkan dalam ketentuan teknis atau technical handbook (THB).
“Di POPDA ada 30 kelas. Ada POPDA putri juga, mulai dari Youth A, Youth B, dan Youth C. Usianya sudah ditentukan dalam THB, maksimal kelas 2 SMA,” jelas Arief.
Pembagian kelas berdasarkan kelompok usia tersebut sekaligus menjadi bagian dari skema pembinaan atlet muda. Para pelajar tidak hanya mendapatkan kesempatan berkompetisi, tetapi juga pengalaman bertanding yang dapat menjadi bagian dari proses regenerasi atlet IBCA MMA di Jawa Timur.
Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, lanjut Arief, akan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pertandingan, termasuk melalui koordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten dan kota.
Dukungan tersebut mencakup kesiapan atlet hingga kebutuhan operasional selama pelaksanaan POPDA di Kabupaten Ngawi.
“Kami memberikan support apapun bentuknya untuk operasional dan kesuksesan acara POPDA yang diselenggarakan di Ngawi pada bulan November,” tegasnya.
Arief menilai kepercayaan pemerintah daerah dan jajaran olahraga Jawa Timur untuk memasukkan IBCA MMA dalam POPDA merupakan bagian penting dalam perkembangan cabang olahraga tersebut.
Keikutsertaan di ajang olahraga pelajar tingkat provinsi juga dinilai dapat memperluas ruang pembinaan dan memberikan pengalaman kompetitif bagi atlet-atlet muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Ini menjadi suatu kebanggaan bagi pelajar. Event besar ini dan Dispora mempercayakan cabang kami mengikuti kegiatan besar POPDA,” katanya.
Sebagai cabang olahraga yang baru masuk dalam POPDA Jatim, Arief optimistis IBCA MMA dapat menghadirkan pertandingan yang kompetitif sekaligus memperkuat pembinaan atlet pelajar.
Menurut dia, dukungan dari pengurus IBCA MMA di berbagai kabupaten dan kota menjadi salah satu modal dalam mempersiapkan debut tersebut.
“Saya sangat optimistis. Optimistis banget bahwa penyelenggaraan POPDA ini sudah menjadi suatu kebanggaan bagi pelajar,” pungkasnya.
Debut IBCA MMA pada POPDA XV Jatim 2026 di Ngawi pun menjadi momentum baru bagi cabang olahraga tersebut untuk memperluas pembinaan dan regenerasi atlet pelajar di Jawa Timur. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







