IndonesiaBuzz: Wonogiri, 18 September 2026 – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, dan Adira Finance Syariah menggelar Roadshow Multifinance Syariah 2026 Chapter Wonogiri, Kamis (17/9/26).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kahyangan, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonogiri, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi masyarakat mengenai pembiayaan syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Mengusung tema “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya bersama Multifinance Syariah”, roadshow memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prinsip, mekanisme, serta manfaat layanan pembiayaan berbasis syariah.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam keynote speech menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan edukasi dan literasi keuangan diperlukan agar masyarakat mampu memahami sekaligus menentukan pilihan layanan keuangan secara bijak.
“Di Wonogiri judol dan pinjol termasuk tinggi. Kehadiran MES diharapkan dapat ikut mengedukasi masyarakat dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Setyo.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar pembiayaan syariah. Materi mencakup larangan riba, gharar atau ketidakjelasan dalam transaksi, serta maysir yang berkaitan dengan unsur perjudian atau spekulasi.
Masyarakat juga didorong untuk memahami akad, mekanisme pembiayaan, serta hak dan kewajiban sebelum menggunakan produk jasa keuangan. Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan.
Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah, Dr. Agung Yulianto, mengatakan ekonomi syariah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Konsep tersebut juga menempatkan keadilan, kemaslahatan, keberkahan, dan etika sebagai bagian penting dalam aktivitas ekonomi.
Karena itu, penguatan ekonomi syariah tidak berhenti pada peningkatan literasi mengenai produk pembiayaan. Upaya tersebut juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemberdayaan dapat dilakukan melalui pelatihan serta dukungan modal usaha, sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan keuangan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
Sementara itu, Ketua MES Wonogiri Heriwanto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, MES, dan industri jasa keuangan dalam memperluas literasi serta membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif.
Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan agar pemahaman mengenai pembiayaan syariah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan diterapkan secara tepat sesuai kebutuhan.
Melalui Roadshow Multifinance Syariah 2026 Chapter Wonogiri, semangat “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya” diharapkan semakin berkembang di tengah masyarakat. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keuangan yang dipahami, digunakan secara bijak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku UMKM di Wonogiri. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







