IndonesiaBuzz: Ngawi, 18 September 2026 – Tujuh atlet Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ngawi Pusat Madiun menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026.
Dari lima nomor yang diikuti, seluruh atlet asal Ngawi berhasil membawa pulang medali. Mereka menyumbangkan empat medali emas dan satu medali perak untuk delegasi SH Terate Pusat Madiun.
Kejurnas tersebut berlangsung di GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada 11-13 September 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen SH Terate Pusat Madiun berhasil menjadi Juara Umum I kategori remaja dan dewasa dengan koleksi 59 medali, terdiri atas 34 emas, 17 perak, dan delapan perunggu.
Ketua Cabang SH Terate Ngawi Pusat Madiun, Dwi Rianto Jatmiko atau yang biasa dipanggil Antok, mengatakan capaian tujuh atlet tersebut menjadi hasil positif dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah cukup luar biasa, seluruhnya mendapatkan medali. Empat medali emas dan satu medali perak,” kata Dwi seusai memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi di Gedung Kesenian Pemkab Ngawi, Jumat (18/9/26).
Menurut Dwi, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Ngawi, prestasi tersebut menunjukkan konsistensi pembinaan atlet pencak silat di daerah. Capaian para atlet juga dinilai menjadi bagian dari kontribusi Ngawi terhadap prestasi pencak silat di tingkat provinsi maupun nasional.
“Ini sekaligus melanjutkan tradisi kita. SH Terate Cabang Ngawi Pusat Madiun bisa memberikan kontribusi medali, tidak hanya bagi Kabupaten Ngawi, tetapi juga untuk tingkat nasional maupun provinsi,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Salah satunya melalui kompetisi internal yang rutin digelar setiap tahun sejak 2021. Para atlet kemudian diarahkan untuk mengikuti kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi guna mengukur kemampuan dan pengalaman bertanding.
“Jadi kuncinya memang di pembinaan. Kami rutin menyelenggarakan kejuaraan pencak silat internal setiap tahun, mulai 2021,” jelasnya.
Sebagai Ketua IPSI Ngawi, Dwi juga mendorong seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Ngawi untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi secara bersama-sama. Menurutnya, pencapaian atlet tidak semata menjadi kebanggaan satu perguruan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga daerah.
“Bagaimana agar perguruan yang lain juga termotivasi, bisa bersama-sama, bisa saling bergandengan. Intinya untuk prestasi Kabupaten Ngawi,” katanya.
Capaian di Kejurnas Piala Panglima TNI 2026 tersebut sekaligus menjadi modal bagi sejumlah atlet SH Terate Ngawi untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026.
Terlebih, Kabupaten Ngawi akan menjadi tuan rumah ajang olahraga pelajar tersebut. Sejumlah atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun provinsi juga masih berstatus sebagai pelajar sehingga berpeluang masuk dalam kontingen Ngawi.
Dwi mengatakan proses seleksi atlet untuk POPDA akan dilakukan bersama IPSI dan perguruan pencak silat lainnya. Atlet yang terpilih nantinya akan menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
“Nanti akan kita adakan seleksi. Secara khusus bagi adik-adik yang memang sudah pernah berprestasi di tingkat provinsi, kita berikan privilege karena mereka sudah layak,” tuturnya.
Ia berharap status Ngawi sebagai tuan rumah POPDA Jawa Timur 2026 dapat menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan olahraga sekaligus mendorong atlet daerah tampil maksimal.
“Kita berharap sebagai tuan rumah, meskipun tidak menjadi beban, tetapi kita harus berusaha memberikan prestasi yang maksimal,” pungkas Antok. (Esaputa /Koresponden Ngawi).







