IndonesiaBuzz : Madiun, 12 April 2026 – Volume barang yang diangkut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun meningkat 5,2 persen pada tiga bulan pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu.
Total muatan yang berhasil dipindahkan selama Triwulan I mencapai 7.770.337 kg, terdiri atas barang keluar (loading) sebesar 4.077.425 kg dan barang masuk (unloading) sebesar 3.692.912 kg.
Pada kuartal yang sama tahun 2025, volume angkutan barang Daop 7 Madiun tercatat 7.387.839 kg, dengan rincian loading 3.893.247 kg dan unloading 3.494.592 kg.
Selisih lebih dari 382.000 kg dalam setahun menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap jalur kereta api sebagai tulang punggung distribusi barang di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Dua segmen layanan menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.
Pertama, layanan ritel dan paket melalui Barang Hantaran Paket serta Parcel One Night Services yang terus dioptimalkan.
Kedua, angkutan internal berupa distribusi kebutuhan dinas dan satuan kerja yang mendukung operasional perkeretaapian secara keseluruhan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan capaian ini tak lepas dari konsistensi layanan yang dijaga sepanjang kuartal pertama.
“Capaian ini mengalami kenaikan sebesar 5,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, di mana volume angkutan barang tercatat sebesar 7.387.839 kg yang terdiri dari barang loading 3.893.247 kg dan barang unloading sebanyak 3.494.592 kg,” ujar Tohari.
Ketepatan waktu menjadi faktor pembeda layanan kereta barang Daop 7 dibanding moda transportasi lain. On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta barang tercatat 99,20 persen, sementara OTP kedatangan mencapai 97,08 persen selama Triwulan I 2026. Kedua angka itu berada di atas target yang ditetapkan perusahaan.
Tohari menegaskan bahwa fleksibilitas operasional menjadi kunci menjaga angka ketepatan waktu tersebut.
“Upaya peningkatan yang telah dilakukan dan akan terus dikembangkan merupakan bentuk komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk menghadirkan service excellence. Kami bertekad memberikan nilai tambah bagi layanan angkutan barang yang selamat, aman, lancar, dan tepat waktu,” tutup Tohari.
Optimalisasi pengoperasian angkutan ritel, termasuk pada hari libur, turut disebut sebagai bagian dari strategi merespons dinamika permintaan pasar.
Langkah itu dinilai efektif mendorong volume sekaligus mempertahankan standar ketepatan jadwal yang menjadi keunggulan kompetitif layanan logistik berbasis rel. (@Arn/Hms)







