IndonesiaBuzz: Jombang, 23 September 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para santri dan masyarakat mengobarkan semangat jihad kebangsaan yang diwariskan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Ajakan ini disampaikan Khofifah dalam rangkaian kick off Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
“Melalui kick off Hari Santri Nasional 2025 di Tebuireng ini kami berharap para santri dapat meneladani secara nyata seluruh nilai pemikiran dan semangat perjuangan para kiai terdahulu,” ujar Khofifah di Jombang, Selasa (23/9/25).
Menurut Khofifah, peringatan Hari Santri merupakan langkah strategis memperkuat peran santri dalam memberikan kontribusi nyata bagi negara, sekaligus pengakuan terhadap eksistensi santri yang berjuang sesuai bidangnya dalam membangun bangsa.
Tahun ini Hari Santri Nasional mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” yang mencerminkan kontribusi fundamental santri di setiap fase sejarah Indonesia.
“Sejak masa penjajahan, santri tanpa gentar turut berjuang di medan perang. Pascakemerdekaan, tokoh santri seperti KH Wahid Hasyim aktif membangun bangsa dan memperjuangkan kemaslahatan umat beragama di Indonesia,” kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa meskipun Hari Santri didasarkan pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, jauh sebelumnya KH Hasyim Asy’ari telah mengeluarkan fatwa resolusi jihad pada 9 September 1945 yang memicu perlawanan di berbagai daerah, berawal dari titik sejarah penting di Tebuireng, Jombang.
“Bagi santri, agama adalah mata air yang mengalirkan ilham dan inspirasi untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Prinsip menjaga martabat kemanusiaan berarti menjaga Indonesia. Itulah pegangan penting santri dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” ujarnya.
Sejak ditetapkan pada 2015, lanjut Khofifah, Hari Santri bukan hanya milik santri, melainkan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai Tanah Air. Ia juga berpesan agar momentum Hari Santri dijadikan penguatan SDM pesantren untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kita harus siapkan generasi santri emas yang siap menghadapi tantangan global, tapi tetap berakar kuat pada nilai keagamaan dan kebangsaan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara tersebut menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai resolusi jihad. Menurutnya, perjuangan kiai dan santri kala itu ibarat perang Badar yang dipimpin Rasulullah SAW. Dengan berbekal tombak dan bambu runcing, mereka berhasil mengalahkan sekutu berkat pertolongan Allah SWT.
“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, dengan berbekal tombak dan bambu runcing para kiai dan santri bisa mengalahkan sekutu,” kata Menag Nasaruddin. (red)







