IndonesiaBuzz: Tabanan, 28 Juli 2025 – Suasana sakral menyelimuti Banjar Dinas Kedampal, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, saat keluarga besar Jero Aseman dari Puri Kerambitan menggelar upacara Ngaben yang penuh khidmat. Tradisi luhur ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 29 Juli 2025, dengan puncak prosesi digelar pada Senin(28/7/25) hingga keesokan harinya.
Ngaben, atau juga disebut palebon, merupakan ritual pembakaran jenazah yang dalam kepercayaan Hindu Bali bermakna pelepasan roh menuju alam moksha, atau penyatuan dengan Sang Pencipta. Tak sekadar prosesi kematian, Ngaben merupakan perwujudan cinta kasih terhadap leluhur dan bentuk dharma yang mendalam dari keluarga yang ditinggalkan.
Persiapan upacara telah dilakukan secara intensif sejak 18 Juli, melibatkan puluhan warga banjar dan kerabat dalam suasana gotong royong. Puncak upacara pada 28 Juli dimulai sejak pagi hari dengan iring-iringan menuju setra (kuburan), diiringi alunan gamelan baleganjur, aroma dupa, serta keberagaman perlengkapan adat khas Bali yang sarat filosofi.

Upacara Ngaben Jero Aseman dari Puri Kerambitan Tabanan Bali
Perwakilan keluarga Jero Aseman menyampaikan bahwa pelaksanaan Ngaben ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya Bali.
“Kami menjalani seluruh rangkaian ini dengan penuh rasa bakti. Ini bukan hanya tradisi keluarga, tapi juga warisan budaya Bali yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Prosesi megah ini menarik perhatian warga sekitar maupun tamu dari luar daerah yang datang khusus untuk menyaksikan tradisi adat yang mulai langka dijalankan secara lengkap. Selain sebagai momen spiritual, Ngaben juga menjadi ruang kolektif untuk mempererat solidaritas sosial, memperkuat nilai kebersamaan, serta meneguhkan identitas budaya masyarakat Bali.(Ni Putu Meitha /Koresponden Bali)







