IndonesiaBuzz: Klaten, 14 Juli 2025 – Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, kembali menggelar Festival Candi Sojiwan pada Minggu (13/7/2025). Festival tahunan yang telah memasuki tahun ketujuh ini dimeriahkan dengan beragam kegiatan seni dan budaya, mulai dari lomba lari, kirab budaya, hingga pertunjukan sendratari.
Kegiatan diawali sejak pagi dengan lomba lari dan festival tari, serta kirab budaya yang melibatkan warga dari 11 RW di Kebondalem Kidul. Acara berlanjut hingga malam hari dengan penampilan tari tayub, Sendratari Ramayana, Sendratari Babad Sanjiwana, pertunjukan musik, dan pesta kembang api. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan Barat Candi Sojiwan, dengan latar panggung berlatar belakang candi.
Ketua Panitia Festival Candi Sojiwan, Guntur Adi Dermawan, mengatakan festival ini digelar sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi seni dan wisata desa, khususnya kepada generasi muda.
“Kami ingin mengenalkan bahwa ada kesenian di desa, dan ini bisa menjadi alternatif kegiatan bagi anak-anak agar tidak terus-menerus bermain gadget. Di desa kami ada Sanggar Tari Ganesha sebagai tempat mereka belajar,” ungkapnya.
Sendratari Ramayana menampilkan lakon Hanoman Obong dan dibawakan oleh para penari dari kelompok Ramayana Ballet Prambanan. Sementara itu, Sendratari Babad Sanjiwana membawakan kisah dari relief Candi Sojiwan tentang Garuda dan Kura-kura, yang sarat pesan moral tentang runtuhnya kesombongan. Seluruh penari Babad Sanjiwana berasal dari warga Kebondalem Kidul, dengan jumlah mencapai 50 orang dari usia anak-anak hingga dewasa.
Plt. Kepala Desa Kebondalem Kidul, Daru Purnomo, menyampaikan bahwa Festival Candi Sojiwan merupakan bentuk rasa syukur warga terhadap warisan budaya yang dimiliki desa.
“Nilai-nilai luhur dari Sojiwan semoga dapat kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival.
“Sojiwan ini lokasinya sangat strategis dan akan terus kita gaungkan, bahkan ke jenjang internasional,” kata Hamenang.
Kasubag Umum Balai Pelestarian Wilayah X, Hendra Gunawan, juga menegaskan pentingnya menjaga cagar budaya seperti Candi Sojiwan.
“Warisan ini adalah titipan yang harus kita lindungi bersama,” ujarnya.







