IndonesiaBuzz: Pasuruan, 3 Februari 2025 – Sebanyak 47 kepala keluarga (KK) atau 176 jiwa di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terpaksa mengungsi ke SD Negeri 2 Cowek. Mereka meninggalkan rumah masing-masing setelah bangunan mengalami retak-retak dan lantai pecah akibat pergerakan tanah.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Pasuruan selama satu hari penuh pada Selasa (28/1/2025). Hujan yang terus menerus menyebabkan tanah di kawasan perbukitan Cowek bergerak, mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan akses jalan permukiman.
Warga Masih Mengungsi, Menunggu Instruksi Pemerintah
Kepala Desa Cowek, Sofi’i, mengungkapkan bahwa hingga saat ini warga masih mengungsi demi keselamatan. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait langkah selanjutnya.
“Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah mengenai solusi bagi warga terdampak,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Menurut warga setempat, suara retakan mulai terdengar sejak malam hari sebelum kejadian. Darmanto, salah satu warga terdampak, mengatakan bahwa tembok rumahnya tiba-tiba retak dan sebagian rontok, sementara keramik lantai pecah.
“Begitu terdengar suara aneh, tembok langsung retak dan beberapa bagian rontok. Lantai juga ikut pecah,” jelasnya, Kamis (30/1/2025).
Akses Jalan Rusak, BPBD Larang Warga Kembali ke Rumah
Selain merusak rumah, pergerakan tanah juga menyebabkan kerusakan pada akses jalan di permukiman. Beberapa ruas jalan mengalami retak dan pergeseran, sehingga membahayakan warga yang melintas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan telah melakukan pemantauan dan melarang warga kembali ke rumah sebelum ada hasil kajian penyebab pergerakan tanah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih melakukan kajian di lokasi.
“Selama belum ada rekomendasi dari tim kajian, warga yang rumahnya terdampak tidak diperbolehkan kembali. Ini demi keamanan mereka,” kata Sugeng, Jumat (31/1/2025).
Dari hasil pemantauan sementara, 16 rumah mengalami kerusakan parah dan dinyatakan berbahaya untuk ditinggali. Namun, warga yang ingin mengambil barang atau dokumen penting masih diperbolehkan masuk dengan pengawasan.
Pemerintah Pertimbangkan Relokasi Warga
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempertimbangkan opsi relokasi bagi warga terdampak. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan bahwa keputusan akan diambil setelah hasil kajian dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan tim geologi ITS Surabaya selesai.
“Kami masih menunggu rekomendasi apakah lokasi ini masih layak dihuni atau harus dilakukan relokasi,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (30/1/2025).
Sementara itu, Prof. Indrasurya B. Mochtar, pakar geologi dari Departemen Teknik Sipil ITS, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di Dusun Sempu disebabkan oleh air permukaan yang meresap ke dalam tanah. Kondisi ini menyebabkan retakan semakin melebar dan berpotensi memburuk di masa depan.
“Retaknya memang tipis, tetapi kedalamannya bisa mencapai 10 meter dengan tekanan hingga 10 ton per meter persegi,” jelasnya, Sabtu (1/2/2025). Ia juga menambahkan bahwa jika tidak dilakukan mitigasi, pergerakan tanah ini dapat berlanjut dalam 5-10 tahun ke depan.
Bantuan Darurat dan Solidaritas Warga
BPBD Kabupaten Pasuruan telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, selimut, matras, dan perlengkapan lainnya. Selain itu, warga Desa Cowek yang tidak terdampak juga menunjukkan solidaritas dengan bergotong-royong memberikan bantuan makanan bagi para pengungsi.
“Alhamdulillah, warga di sini sangat guyub. Mereka bergiliran memberikan nasi bungkus untuk warga yang mengungsi,” ujar Kepala Desa Cowek, Sofi’i.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, meminta pemerintah segera membentuk tim khusus untuk memantau perkembangan pergerakan tanah dan memastikan keselamatan warga.
“Sembari menunggu kebijakan relokasi, perlu ada petugas yang secara rutin mengawasi perkembangan tanah bergerak agar warga merasa lebih tenang,” tegasnya, Senin (3/2/2025).







