IndonesiaBuzz: Madiun, 23 September 2024 – Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM RI (BSK) mengadakan kegiatan Workshop Penulisan Buku dengan tema tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penulisan para pegawai di lingkungan Kemenkumham. Workshop tersebut berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 September 2020 di Wydham Hotel, Jakarta, dengan partisipasi 13 penulis terpilih dari Kantor Wilayah Kemenkumham, Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Keimigrasian, serta dua penulis dari BSK.
Salah satu peserta workshop adalah Umar Faruq Mahmud, Komandan Jaga Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, yang dipimpin oleh Mochmad Mukaffi. Umar turut serta dalam kegiatan ini dengan menyelesaikan sebuah buku berjudul
“Quo Vadis: Eksistensi Petugas Pemasyarakatan Sebagai Aparat Penegak Hukum,” Buku tersebut menyoroti peran petugas pemasyarakatan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Workshop ini dibuka oleh Y. Ambeg Paramarta, Kepala BSK, yang diwakili oleh Dr. Nofli, Bc.IP., S.Sos., S.H., M.Si., Kepala Pusat Strategi Evaluasi dan Informasi Kebijakan Hukum dan HAM. Dalam sambutannya, Nofli menyampaikan pentingnya penulisan dengan tema Kumham, yang dapat mencerminkan kondisi normatif maupun empiris atas kebijakan di bidang hukum dan HAM.
“Pemikiran dan pengalaman para penulis atas pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenkumham yang dituangkan dalam buku akan sangat bermanfaat dalam mendukung proses analisis kebijakan publik,” tegas Nofli.
Sementara itu, Mochmad Mukaffi, Kalapas Pemuda Madiun, menyampaikan apresiasinya kepada Umar Faruq Mahmud atas keberhasilannya mengikuti workshop tersebut.
“Kita patut berbangga dan memberikan apresiasi atas kerja keras pegawai Lapas Pemuda Madiun yang terpilih dan telah menyelesaikan penulisan buku dalam kegiatan yang diadakan oleh BSK,” ujarnya.
Mukaffi juga menyatakan dukungannya terhadap seluruh pegawai Lapas Pemuda Madiun yang berbakat dan berprestasi di berbagai bidang.
“Saya selalu mendorong jajaran untuk meningkatkan prestasinya. Sebagai Kalapas, saya akan mendukung penuh talenta-talenta pegawai agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya, sehingga dapat membawa nama baik Kanwil Jawa Timur, khususnya Lapas Pemuda Madiun,” tutup Mukaffi.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi pegawai Kemenkumham, terutama dalam bidang penulisan yang relevan dengan tugas dan fungsi mereka di bidang hukum dan HAM. (Humas/Redaksi)







