IndonesiaBuzz: Jakarta, 13 Desember 2023 – Debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) dinilai memiliki dampak yang terbatas terhadap elektabilitas pasangan calon. Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyimpulkan berdasarkan kajiannya bahwa debat tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap suara pemilih.
Menurut Saiful Mujani, hasil survei sebelum dan setelah debat dari pemilihan presiden 2004 hingga 2019 menunjukkan dampak yang tidak begitu besar. Ia menjelaskan bahwa penonton debat cenderung sudah menjadi pengikut setia atau partisan, sedangkan pemilih yang belum memutuskan cenderung tidak tertarik atau tidak terjangkau oleh debat tersebut.
“Kalau mengukur elektabilitas dari hasil survei sebelum debat dan hasil survei setelah debat, dari rangkaian pilpres 2004 sampai 2019 kemarin, pengaruh debat tidak terlalu besar sebenarnya,“ ujarnya.
Hasil survei Litbang Kompas pada periode 29 November hingga 4 Desember 2023 juga menunjukkan bahwa 28,7% dari responden belum menentukan pilihan menjelang Pilpres 2024.
Di sisi lain, Aditya Perdana, Direktur Algoritma Research and Consulting dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia, berpendapat bahwa debat capres masih memiliki pengaruh terhadap masyarakat yang mencari kejelasan terkait program yang diusung oleh pasangan calon.
“Karena dugaan saya itu akan bisa merubah keadaan dalam elektabilitas capres-cawapres,“ ungkap Aditya.
Survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik, dan Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran sebagai yang tertinggi. Namun, persaingan ketat terjadi antara elektabilitas Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud untuk meraih peringkat kedua.
Aiman Witjaksono, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menyatakan bahwa debat dapat menjadi kesempatan bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitas. Sementara Herzaky Mahendra Putra, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, skeptis terhadap perubahan signifikan dalam elektabilitas melalui debat.
Namun, Angga Putra Fidrian, Juru Bicara Tim Nasional Pemenangan (Timnas) Anies-Muhaimin, berpendapat bahwa debat capres-cawapres berpotensi meningkatkan suara sekitar 5-6%, dengan kampanye di lapangan tetap memiliki pengaruh lebih besar pada elektabilitas.
Saiful Mujani menambahkan bahwa debat seringkali bersifat seremonial dan kurang memiliki dampak karena minimnya akses dan minat masyarakat. Selain itu, kurangnya perbedaan substansial antara pasangan calon membuat sulit bagi masyarakat untuk membedakan yang lebih baik atau buruk.
“Jadi dilihat dari pengaruhnya terhadap elektabilitas pasangan. Kalau kita bandingkan, sebelum debat dan setelah debat itu perubahannya tidak banyak, tidak signifikan,” terang Saiful.
Meskipun demikian, para timses optimis dapat mempengaruhi pemilih mengambang yang masih belum memutuskan pilihan mereka. Aiman Witjaksono dari TPN Ganjar-Mahfud berharap debat dapat meningkatkan elektabilitas pasangan tersebut, sementara Herzaky Mahendra Putra dari TKN Prabowo-Gibran meyakini bahwa basis pemilih yang kuat dan daya tarik Prabowo akan tetap mengungguli debat capres-cawapres. Angga Putra Fidrian dari Timnas Anies-Muhaimin berharap debat dapat menambah elektabilitas mereka, meskipun mengakui bahwa pengaruhnya hanya sekitar 5-6%. @indonesiabuzz







