IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 18 September 2026 – Manajemen Persibo Bojonegoro melakukan penyegaran di jajaran pimpinan klub menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027. Anggota DPR RI asal Bojonegoro, Wihadi Wiyanto, resmi diperkenalkan sebagai Presiden Klub Persibo yang baru.
Perkenalan Wihadi dipimpin langsung oleh CEO Persibo, Eko Setyawan, di hadapan para pemain, tim ofisial, dan awak media di kediaman Wihadi, Jalan Lettu Soeyitno No. 34B, Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Jumat (18/9/26) pagi.
Eko mengatakan Persibo merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Bojonegoro yang harus dikelola secara serius dan profesional. Menurutnya, keberadaan Persibo telah menjadi identitas yang melekat dengan daerah tersebut.
“Tidak ada yang lebih bisa mudah diingat selain Persibo. Kalau disebut Boromania atau Persibo, orang sudah tahu bahwa itu dari Bojonegoro,” ujar Eko.
Menurut Eko, masuknya Wihadi dalam jajaran pimpinan Persibo diharapkan mampu memperkuat keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sepak bola di Bojonegoro.
Ia menyebut keterlibatan stakeholder daerah juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
Eko menilai pembangunan ekosistem sepak bola tidak bisa hanya mengandalkan klub. Keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, sponsor, serta berbagai elemen lainnya diperlukan untuk menciptakan fondasi sepak bola yang kuat.
“Membangun sepak bola membutuhkan konsolidasi yang bagus,” katanya.
Menghadapi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027, manajemen Persibo menargetkan tim tampil maksimal dan meraih tiket promosi ke Liga 2. Eko meminta seluruh pemain dan ofisial menunjukkan komitmen serta kerja keras sepanjang kompetisi.
“Saya mau semua yang ada di sini harus fight, harus kerja keras. Bagi yang tidak siap berjuang, silakan mengundurkan diri sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Klub Persibo Wihadi Wiyanto mengaku telah lama mengikuti perjalanan klub berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut. Ia bahkan menyaksikan langsung perjalanan Persibo ketika meraih gelar juara Divisi Utama pada 2010.
Menurut Wihadi, perjalanan Persibo dalam sekitar 15 tahun terakhir mengalami dinamika naik turun. Ia berharap keterlibatannya di manajemen klub dapat menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Persibo.
“Saya Bojonegoro asli. Kebetulan saya aktif di politik. Tetapi keterlibatan saya di Persibo ini adalah kita ingin membangun sepakbola Bojonegoro. Ini bukan untuk kepentingan politik saya, tetapi ini adalah kepentingan Persibo,” ujar Wihadi.
Wihadi optimistis target promosi dapat diwujudkan apabila Persibo dikelola dengan manajemen yang baik. Ia mengaku akan fokus mengawal berbagai urusan nonteknis, sementara persoalan teknis dipercayakan kepada tim pelatih dan ofisial yang dipimpin I Putu Gede Suwi Santoso.
Ia berharap jajaran pelatih dan pemain mampu membawa Persibo menembus Liga 2 dan selanjutnya membuka peluang untuk kembali berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Untuk meningkatkan motivasi pemain, Wihadi juga berkomitmen mengawal langsung perkembangan skuad. Selain itu, manajemen menyiapkan skema bonus bagi pemain dalam setiap pertandingan yang berhasil dimenangkan.
“Masuk ke Liga 2 adalah target jangka pendek kami. Namun, banyak yang harus diperbaiki agar Persibo Bojonegoro bisa kembali masuk ke Liga 2,” tegasnya.
Tak hanya dari sisi manajemen dan tim, Wihadi juga menaruh perhatian terhadap peran suporter. Kelompok pendukung seperti Boromania dan Curva Nord dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan Persibo menghadapi kompetisi.
Manajemen Persibo berencana menggelar pertemuan bersama kelompok suporter untuk menyatukan semangat dan memperkuat dukungan terhadap perjuangan tim menuju Liga 2.
Dengan kepengurusan baru, dukungan stakeholder, kesiapan tim, serta kekuatan suporter, Persibo kini bersiap menghadapi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027 dengan target yang jelas: merebut tiket promosi ke Liga 2. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro).







