Wednesday, February 18, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Halo Indonesia Halo Jatim

Warga Nawangan, Pacitan Diserang Penyakit Leptospirosis

by Wartonagoro
February 27, 2023
Reading Time: 2 mins read
Warga Nawangan, Pacitan Diserang Penyakit Leptospirosis

Tikus Salah Satu Hewan Pembawa Bakteri Leptospirosis. (Foto: Istimewa)

Leptospirosis merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira Interrogans. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri itu. Perlu diketahui bahwa Leptospirosis adalah penyakit Zoonosis. Artinya, penyakit ini dapat menginfeksi manusia sekaligus sesama hewan, seperti anjing ke sesama anjing.

Dikutip dari Halodoc.com, Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira. Penyakit infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi.

Beberapa waktu yang lalu, penyakit infeksi ini merebak di daerah Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dalam tiga pekan tepatnya sejak 9 Februari lalu, bakteri Leptospira menginfeksi tujuh warga kecamatan tersebut, hingga tiga diantaranya meninggal dunia meliputi seorang warga Desa Mujing dan dua warga Desa Gondang.

Saat ditemui di kantornya, Camat Nawangan Sukarman membenarkan hal tersebut. Dan pihaknya segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan Puskesmas, Bidan Desa dan masyarakat setempat pasca temuan kasus itu.

BeritaTerkait

Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Stasiun Madiun Dongkrak Penumpang KAI Daop 7

KAI Daop 7 Madiun Rayakan Imlek 2577 dengan Sapa Pelanggan

“Kasus pertama ditemukan di Desa Mujing. Begitu (penderita) dilaporkan reaktif, kemudian dirujuk ke Pacitan (RSUD Dr. Darsono). Sempat dirawat tapi setelah itu meninggal,” katanya, Sabtu (25/2/2023).

Menurutnya, penyebab kasus ini dipicu saat musim panen kemarin. Karena para petani di daerah itu saat menggarap sawah, mereka terbiasa tidak memakai sepatu. Dan dimungkinkan terdapat luka pada area kaki, sehingga terinfeksi bakteri tersebut, meskipun air kencing tikus si pembawa bakteri telah tercampur dengan air. Dan benar saja, hasil pencermatan di lapangan diketahui bahwa tingkat populasi tertinggi tikus ada di Desa Mujing.

Kasus ini pun langsung ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, yang pekan lalu telah berkunjung ke Nawangan untuk mengambil sampel para penderita Leptospirosis. Dan hasilnya hingga saat ini masih dalam kajian.

“Untuk laporan terakhir, yang masih dirawat masih kami konfirmasikan dengan pihak puskesmas,” pungkasnya.

Sukarman pun mengimbau masyarakatnya untuk lebih waspada terkait penyebaran Leptospirosis yang telah merenggut tiga nyawa warganya tersebut.

Tidak semua orang yang terkena Leptospirosis akan langsung menunjukkan gejala. Bisa saja gejala baru muncul setelah pengidap melewati masa inkubasi sekitar 10 hari, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Demam tinggi hingga menggigil.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri otot khususnya di daerah betis.
  • Sakit tenggorokan disertai batuk kering.
  • Mata merah dan kulit menguning.Mual hingga muntah-muntah dan disertai diare.

@Jatimbuzz

Tags: Dinkes PacitanJawa TimurLeptospirosis NawanganLeptospirosis Serang PacitanNawangan Pacitan
Share220SendScan

Trending

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri
News

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

5 hours ago
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah
News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

5 hours ago
Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Dua Unit Damkar Dikerahkan
Peristiwa

Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Dua Unit Damkar Dikerahkan

6 hours ago
Kematian Anak 11 Tahun di Bulukerto Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Kejanggalan
Peristiwa

Kematian Anak 11 Tahun di Bulukerto Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Kejanggalan

6 hours ago
Petani Luwihaji Tinggalkan Bakar Jerami, Beralih ke Dekomposer Ramah Lingkungan
News

Petani Luwihaji Tinggalkan Bakar Jerami, Beralih ke Dekomposer Ramah Lingkungan

7 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

Usut Laporan Keluarga, Polisi Bongkar Makam Anak di Wonogiri

February 17, 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

February 17, 2026

TERPOPULER

Sadranan Jelang Ramadan, Warga Ngruweng Klaten Doa Bersama di Makam Guru Spiritual Raja Surakarta

Pembangunan PT Sintec Industri Indonesia di Ngawi Picu Polemik, PUPR Ancam Sanksi hingga Pencabutan Izin

Sambut Ramadhan 1447 H, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi Sosialisasikan Penutupan THM

Gagal ke Final, Persinga Tetap Jaga Asa Promosi lewat Jalur Nasional

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In