IndonesiaBuzz : Madiun, 11 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat penanganan stunting melalui peningkatan anggaran dan digitalisasi pengukuran di Posyandu. Kebijakan tersebut ditegaskan saat Monitoring dan Evaluasi Bulan Timbang Serentak 2026 di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Selasa (11/8/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut anggaran penanganan stunting Tahun Anggaran 2026 meningkat menjadi Rp246 juta dari sebelumnya Rp160 juta.
Bersamaan dengan itu, seluruh Posyandu di Kabupaten Madiun menggunakan alat antropometri digital untuk meningkatkan ketepatan pengukuran pertumbuhan anak.
“Kami berkomitmen melahirkan generasi yang tangguh dan cerdas. Seluruh Posyandu kini menggunakan alat antropometri digital standar agar data yang dihasilkan presisi dan sistem pelaporan tidak lagi bergantung pada tumpukan kertas,” ujar Hari Wuryanto.
Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Madiun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana mencatat angka stunting turun dari 5,48% pada 2024 menjadi 5,14% pada 2025, kemudian kembali menurun menjadi 5,02% per Juli 2026.
Menurut dr. Heri, capaian tersebut didukung 877 Posyandu yang aktif 100 persen dengan 6.449 kader. Tingkat partisipasi masyarakat juga tercatat rata-rata 97% di 15 kecamatan.
“Tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, mencapai rata-rata 97% di 15 kecamatan. Bulan Timbang ini bukan sekadar penimbangan massal, tetapi juga ruang edukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pola asuh 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” tutur dr. Heri.
Selain penguatan sistem pengukuran, Pemkab Madiun mendorong inovasi yang melibatkan masyarakat dalam pemenuhan gizi balita.
Salah satunya dilakukan Posyandu Kartini Desa Uteran melalui penukaran sampah rumah tangga dengan makanan tambahan bergizi bagi balita.
Ketua Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting Kemenkes RI Dahlan Syuron yang memberikan arahan secara virtual meminta kader menjaga kualitas pencatatan hasil pengukuran.
Ia mengimbau seluruh hasil dicatat secara jujur dan detail tanpa pembulatan agar validitas data By Name By Address (BNBA) tetap terjaga. (@Arn/Tim)







