IndonesiaBuzz: Semarang, 27 Januari 2026 – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan seluruh proses pengangkatan direksi badan usaha milik daerah (BUMD) di Kota Semarang dilakukan secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik jual beli jabatan. Penegasan itu disampaikan Agustina saat melantik Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso untuk masa jabatan 2025-029, Senin.
Agustina menyatakan proses pengisian jabatan direksi dilaksanakan dengan kehati hatian tinggi dan mengacu penuh pada ketentuan perundang undangan. Menurutnya, proses yang panjang justru mencerminkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga integritas tata kelola BUMD.
“Proses pengisian jabatan ini dilaksanakan dengan sangat tertib, transparan, sesuai dengan ketentuan undang undang. Saking hati hatinya jadi lama,” ujar Agustina.
Ia menilai posisi Direktur PT Taman Satwa Semarang memiliki peran strategis, mengingat Semarang Zoo tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga ruang edukasi dan kawasan konservasi satwa. Karena itu, seleksi direksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan panitia dari luar serta lembaga independen yang memiliki kompetensi dan integritas.
Menanggapi isu dugaan adanya transaksi dalam pengangkatan jabatan, Agustina menegaskan praktik tersebut tidak pernah dan tidak akan ditoleransi dalam kepemimpinannya.
“Di Kota Semarang ini penting untuk disampaikan, tidak boleh, tidak ada, dan bahkan dipikirkan pun tidak,” tegasnya.
Untuk menjaga objektivitas dalam pengambilan keputusan strategis, Pemerintah Kota Semarang menerapkan pendekatan kehati hatian, termasuk membatasi informasi strategis agar tidak dimanfaatkan pihak pihak yang berkepentingan.
“Kami akan mencoba secret action and silence untuk semua hal yang bersifat strategis dan berpotensi dimainkan oleh orang orang yang tidak pernah berjalan,” katanya.
Agustina juga berpesan agar pengelolaan Semarang Zoo diarahkan pada penguatan fungsi edukasi, konservasi, dan rekreasi yang berkelanjutan. Ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan, kesejahteraan satwa, serta pengembangan wahana ramah anak dan keluarga dengan pendekatan yang lebih alamiah dan edukatif.
Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menyatakan komitmennya untuk membawa Semarang Zoo “naik kelas”. Ia menargetkan peningkatan hasil audit Kementerian Kehutanan dari peringkat C menjadi B, hingga akhirnya mencapai peringkat A secara bertahap.
“Peningkatan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi akan menjadi fokus utama kami, termasuk persiapan menghadapi libur Lebaran serta penguatan program kesejahteraan satwa,” tutup Bimo. @yudi







