Wednesday, September 23, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Tugu Pemandengan, Titik Nol Kilometer Solo Berakar dari Kraton Surakarta

by Nor Eko
June 18, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tugu Pemandengan, Titik Nol Kilometer Solo Berakar dari Kraton Surakarta

Potret tugu Pemandengan (Foto:Ist)

IndonesiaBuzz: Solo, 18 Juni 2025 — Pemerintah Kota Surakarta secara resmi menetapkan Tugu Pemandengan sebagai titik nol kilometer Kota Solo, memperkuat kembali jejak sejarah penting Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam tata ruang dan orientasi kota.

Tugu yang berada di antara Pasar Gede dan Balai Kota Solo ini merupakan peninggalan masa pemerintahan Pakubuwono VI hingga Pakubuwono X, dua sosok penting dalam sejarah Kraton Surakarta. Mengutip laman resmi surakarta.go.id, tugu ini dahulu menjadi titik pandang utama Raja Surakarta ketika duduk di Bangsal Pagelaran (Sitihinggil), pusat kegiatan simbolik dan spiritual kraton.

“Tugu ini tidak hanya penanda ruang, tetapi juga bagian dari sistem simbolik kraton. Di masa lalu, Sri Sunan menggunakan titik ini sebagai titik meditasi dan perenungan kekuasaan,” demikian dikutip dari penjelasan sejarah yang dimuat di situs Pemkot Solo.

Lebih dari fungsi visual dan spiritual, Tugu Pemandengan mencerminkan filosofi kosmologi budaya Jawa. Lokasinya yang menghadap timur ke arah Pasar Gede mencerminkan keduniawian dan aktivitas ekonomi, sedangkan arah barat yang mengarah ke Masjid Agung Surakarta melambangkan kedekatan dengan Tuhan. Kedua orientasi tersebut menegaskan posisi Raja sebagai pemimpin dunia sekaligus spiritual, sesuai ajaran kosmologi Jawa yang dijunjung tinggi oleh Kraton.

BeritaTerkait

Nahdlatul Ulama, Dari Surau Desa Menuju Revolusi Peradaban Islam Nusantara

Nani Nurani, Penyanyi Istana yang Jadi Tapol G30S Tanpa Terbukti Salah

Keberadaan tugu ini juga menjadi bagian dari poros penguasaan ruang sejak masa kolonial, saat pusat pemerintahan Belanda berada di lokasi Balai Kota yang sekarang. Dengan kata lain, Kraton Surakarta telah memainkan peran sentral dalam membentuk orientasi tata kota Solo, jauh sebelum sistem pemerintahan modern terbentuk.

Namun, seiring waktu, makna historis Tugu Pemandengan nyaris terlupakan. Banyak warga tidak mengetahui nilai budaya dan sejarahnya, menganggapnya hanya sebagai bangunan kecil di tengah kota.

Untuk mengatasi hal itu, pada tahun 2016, Pemerintah Kota Solo melakukan penataan ulang kawasan Tugu Pemandengan. Penataan ini bertujuan menegaskan statusnya sebagai titik nol kilometer sekaligus menjadikannya sebagai ikon kota yang sarat nilai budaya.

Saat ini, keberadaan Tugu Pemandengan tak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol keterkaitan erat antara kekuasaan tradisional Kraton Surakarta dan pembangunan Kota Solo modern. Pemerintah berharap, melalui pelestarian ini, masyarakat dapat kembali mengenali akar sejarah kotanya yang kuat dan penuh makna.

Tags: Kraton Kasunanan Surakarta HadiningratKraton SurakartaPB XSISKS Pakoe Boewono XIIItugu pemandengan
Share222SendScan

Trending

BI: Ekonomi Global 2026 Masih Lemah, Risiko Inflasi dan Gejolak Pasar Meningkat
Ekonomi & Bisnis

BI: Ekonomi Global 2026 Masih Lemah, Risiko Inflasi dan Gejolak Pasar Meningkat

1 hour ago
Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026
News

Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026

2 hours ago
Empat Bangunan Perajin Tempe di Ngawi Ludes Terbakar, Motor dan Sapi Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Empat Bangunan Perajin Tempe di Ngawi Ludes Terbakar, Motor dan Sapi Berhasil Diselamatkan

2 hours ago
Enam Hari Setelah SAR Ditutup, Kru Speedboat Pembawa Lima Jurnalis di Selat Sunda Teridentifikasi
News

Enam Hari Setelah SAR Ditutup, Kru Speedboat Pembawa Lima Jurnalis di Selat Sunda Teridentifikasi

2 hours ago
Satu Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Total 19 Meninggal
News

Satu Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Total 19 Meninggal

3 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

BI: Ekonomi Global 2026 Masih Lemah, Risiko Inflasi dan Gejolak Pasar Meningkat

BI: Ekonomi Global 2026 Masih Lemah, Risiko Inflasi dan Gejolak Pasar Meningkat

September 23, 2026
Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026

Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026

September 23, 2026

TERPOPULER

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Atlet Muda Sasana Soerjo Ngawi Borong Lima Medali di Kejurprov IBCA MMA

Mahasiswa PK UNY Edukasi 300 Siswa SD Condongcatur Tentang PHBS

Perempuan 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Aliran Bengawan Solo Ngawi

Untung, Latief, dan Supardjo: Para Perwira dalam Pusaran G30S

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In