Friday, June 12, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Tugu Pemandengan, Titik Nol Kilometer Solo Berakar dari Kraton Surakarta

by Nor Eko
June 18, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tugu Pemandengan, Titik Nol Kilometer Solo Berakar dari Kraton Surakarta

Potret tugu Pemandengan (Foto:Ist)

IndonesiaBuzz: Solo, 18 Juni 2025 — Pemerintah Kota Surakarta secara resmi menetapkan Tugu Pemandengan sebagai titik nol kilometer Kota Solo, memperkuat kembali jejak sejarah penting Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam tata ruang dan orientasi kota.

Tugu yang berada di antara Pasar Gede dan Balai Kota Solo ini merupakan peninggalan masa pemerintahan Pakubuwono VI hingga Pakubuwono X, dua sosok penting dalam sejarah Kraton Surakarta. Mengutip laman resmi surakarta.go.id, tugu ini dahulu menjadi titik pandang utama Raja Surakarta ketika duduk di Bangsal Pagelaran (Sitihinggil), pusat kegiatan simbolik dan spiritual kraton.

“Tugu ini tidak hanya penanda ruang, tetapi juga bagian dari sistem simbolik kraton. Di masa lalu, Sri Sunan menggunakan titik ini sebagai titik meditasi dan perenungan kekuasaan,” demikian dikutip dari penjelasan sejarah yang dimuat di situs Pemkot Solo.

Lebih dari fungsi visual dan spiritual, Tugu Pemandengan mencerminkan filosofi kosmologi budaya Jawa. Lokasinya yang menghadap timur ke arah Pasar Gede mencerminkan keduniawian dan aktivitas ekonomi, sedangkan arah barat yang mengarah ke Masjid Agung Surakarta melambangkan kedekatan dengan Tuhan. Kedua orientasi tersebut menegaskan posisi Raja sebagai pemimpin dunia sekaligus spiritual, sesuai ajaran kosmologi Jawa yang dijunjung tinggi oleh Kraton.

BeritaTerkait

Nahdlatul Ulama, Dari Surau Desa Menuju Revolusi Peradaban Islam Nusantara

Nani Nurani, Penyanyi Istana yang Jadi Tapol G30S Tanpa Terbukti Salah

Keberadaan tugu ini juga menjadi bagian dari poros penguasaan ruang sejak masa kolonial, saat pusat pemerintahan Belanda berada di lokasi Balai Kota yang sekarang. Dengan kata lain, Kraton Surakarta telah memainkan peran sentral dalam membentuk orientasi tata kota Solo, jauh sebelum sistem pemerintahan modern terbentuk.

Namun, seiring waktu, makna historis Tugu Pemandengan nyaris terlupakan. Banyak warga tidak mengetahui nilai budaya dan sejarahnya, menganggapnya hanya sebagai bangunan kecil di tengah kota.

Untuk mengatasi hal itu, pada tahun 2016, Pemerintah Kota Solo melakukan penataan ulang kawasan Tugu Pemandengan. Penataan ini bertujuan menegaskan statusnya sebagai titik nol kilometer sekaligus menjadikannya sebagai ikon kota yang sarat nilai budaya.

Saat ini, keberadaan Tugu Pemandengan tak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol keterkaitan erat antara kekuasaan tradisional Kraton Surakarta dan pembangunan Kota Solo modern. Pemerintah berharap, melalui pelestarian ini, masyarakat dapat kembali mengenali akar sejarah kotanya yang kuat dan penuh makna.

Tags: Kraton Kasunanan Surakarta HadiningratKraton SurakartaPB XSISKS Pakoe Boewono XIIItugu pemandengan
Share221SendScan

Trending

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas
News

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

4 minutes ago
Lansia Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Ngawi, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar
News

Lansia Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Ngawi, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar

18 minutes ago
Polsek Cepogo dan Warga Padamkan Kebakaran Limbah Kabel Bekas, Api Berhasil Dicegah Merembet ke Permukiman
News

Polsek Cepogo dan Warga Padamkan Kebakaran Limbah Kabel Bekas, Api Berhasil Dicegah Merembet ke Permukiman

39 minutes ago
Tabrakan Maut Dua Motor di Wuryantoro Wonogiri, Tiga Orang Tewas dan Satu Luka Berat
News

Tabrakan Maut Dua Motor di Wuryantoro Wonogiri, Tiga Orang Tewas dan Satu Luka Berat

58 minutes ago
Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres, Perkuat Kebersamaan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
News

Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres, Perkuat Kebersamaan Sambut Hari Bhayangkara ke-80

1 hour ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

June 12, 2026
Lansia Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Ngawi, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar

Lansia Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Ngawi, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar

June 12, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In