IndonesiaBuzz : Jumat 6 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan pemantauan kesehatan ibu dan anak untuk menekan angka stunting.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader, pemberian makanan tambahan, serta penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Penguatan kelembagaan Posyandu tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan penyaluran bahan makanan tambahan bagi balita di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur itu diikuti 350 peserta.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi.
Dari total peserta, sebanyak 325 orang berasal dari unsur masyarakat bersama balita, sedangkan 25 lainnya merupakan kader Posyandu.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan 350 paket bahan makanan tambahan untuk balita di Kabupaten Madiun.Program tingkat Provinsi Jawa Timur ini menyasar 9.750 paket bantuan di 30 kabupaten/kota serta penguatan kapasitas bagi 750 kader Posyandu.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mendeteksi dan mencegah risiko gangguan pertumbuhan anak sejak dini.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, penguatan kelembagaan Posyandu penting agar layanan kesehatan masyarakat semakin optimal.
Terlebih, Posyandu kini memiliki tanggung jawab mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 19 persen.
Arumi juga mengapresiasi capaian Kabupaten Madiun yang berdasarkan hasil Bulan Timbang sebagaimana disampaikan Bupati berada di kisaran 5 persen. Ia meminta capaian tersebut terus dipertahankan melalui keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
“Kalau belum bisa nol, minimal kita jaga jangan sampai ada stunting baru. Stunting yang sudah ada kita dampingi agar pertumbuhannya bisa terkejar, sementara balita lainnya kita jaga agar tidak mengalami stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menjelaskan, hasil Bulan Timbang Agustus menunjukkan angka stunting di Kabupaten Madiun sekitar 5 persen. Capaian tersebut didukung tingkat kehadiran balita dalam kegiatan penimbangan yang mencapai hampir 97 persen.
Angka berdasarkan hasil Bulan Timbang tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting Kabupaten Madiun berdasarkan SSGI 2024 yang mencapai 12,1 persen.
Menurut Hari, pemeriksaan pertumbuhan balita melalui Bulan Timbang dilaksanakan secara rutin setiap Februari dan Agustus. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sumber data untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.
“Kami berharap data hasil Bulan Timbang ini bisa menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan agar lebih tepat sasaran. Anak-anak yang masih mengalami stunting akan terus kita dampingi supaya pertumbuhannya bisa segera membaik,” ungkapnya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, tim pembina, dan kader Posyandu meningkatkan koordinasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan.
Pemberian ASI eksklusif dan penerapan pola asuh yang mendukung kesehatan anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
Melalui penguatan kelembagaan Posyandu dan keterlibatan berbagai pihak, Pemkab Madiun berharap pemantauan kesehatan balita semakin optimal, kasus stunting baru dapat dicegah, dan anak-anak yang telah mengalami gangguan pertumbuhan memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. (@Red/Hms)







