IndonesiaBuzz : Jumat, 6 November 2026 – Sebanyak 500 pelajar mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun pada 3-5 November 2026. Atlet peraih juara dalam kompetisi tingkat SD/MI dan SMP/MTs tersebut dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Madiun pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penyiapan atlet menuju kompetisi tingkat provinsi itu ditegaskan Bupati Madiun H. Hari Wuryanto saat menutup Bupati Cup 2026 di Gedung Korpri Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026).
Dalam penutupan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi. Kegiatan juga dihadiri jajaran perangkat daerah, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), wasit, juri, ofisial, serta panitia penyelenggara.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan selama tiga hari berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, Bupati Cup tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk menentukan atlet terbaik, tetapi juga wadah pembinaan pelajar dalam mengembangkan kemampuan, membangun keberanian, dan menanamkan nilai sportivitas.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan, atlet yang berhasil meraih juara akan dipersiapkan mengikuti Porseni tingkat Jawa Timur. Karena itu, para peserta diminta tidak berhenti berlatih dan terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga menjanjikan penghargaan bagi atlet yang berhasil membawa pulang medali emas dari ajang provinsi tersebut.
“Yang juara-juara akan kita kirim untuk mengikuti Porseni ke Jawa Timur. Karena itu, saya minta adik-adik terus berlatih, menjaga disiplin, dan meningkatkan kemampuan. Jika nanti bisa membawa medali emas dari Porseni Provinsi Jawa Timur, insyaallah akan mendapatkan reward dari Pemerintah Kabupaten Madiun,” tegasnya.
Selain pembinaan atlet untuk kompetisi, Hari Wuryanto mendorong pengembangan pencak silat kategori seni di seluruh kecamatan. Potensi tersebut dinilai perlu mendapat ruang melalui berbagai kegiatan di tingkat wilayah sehingga pencak silat tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga tetap terjaga sebagai bagian dari budaya lokal.
Ia juga mengingatkan para atlet pelajar agar menjadikan kedisiplinan, sikap hormat kepada orang tua, guru, dan pelatih sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Menurutnya, prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan latihan berkelanjutan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
Penutupan Bupati Cup 2026 ditandai dengan penyerahan hadiah oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun kepada para atlet peraih juara. Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam kejuaraan tersebut.
Melalui kompetisi ini, Pemkab Madiun berharap lahir atlet-atlet pencak silat pelajar potensial yang mampu meningkatkan prestasi daerah sekaligus membawa nama Kabupaten Madiun pada Porseni Jawa Timur. (@Red/Hms)







