IndonesiaBuzz: Solo, 17 Juli 2025 – Sistem Penyediaan Air Minum Regional Wonogiri Sukoharjo Solo Karanganyar (SPAM Wosusokas) resmi diluncurkan oleh PT Tirta Utama Jawa Tengah bersama PDAM Solo di Reservoir Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (17/7/2025). Infrastruktur ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Solo selama 15 tahun ke depan.
SPAM Wosusokas merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menyediakan air minum berkualitas, terjangkau, dan berkesinambungan selama 24 jam untuk masyarakat. Sumber air bakunya berasal dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri yang disalurkan melalui jaringan pipa transmisi dengan total 12 reservoir, termasuk Reservoir Gondangrejo yang difokuskan melayani kawasan utara Solo seperti Mojosongo, Banjarsari, Nusukan, Kadipiro, dan Joglo.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan hadirnya SPAM Wosusokas menjadi solusi kebutuhan air bersih jangka panjang di Solo. Namun, ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah penting, yakni distribusi air hingga tersambung ke rumah-rumah warga.
“Alhamdulillah, cadangan air cukup untuk 15 tahun ke depan. PR kami melalui PDAM Solo adalah perlu menyambungkannya atau pipanisasi dan menyosialisasikannya ke masyarakat agar bisa menikmati air ini,” ujarnya seusai meninjau Reservoir Plesungan.
Respati menjelaskan, volume air yang diproduksi SPAM Wosusokas di Reservoir Plesungan mencapai 180 liter per detik. Pemerintah menargetkan sebanyak 25.000 sambungan rumah (SR) dapat memanfaatkan suplai air tersebut. “Targetnya 25.000 sambungan rumah, sementara sekarang sudah ada 17.000 sambungan rumah yang memanfaatkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Tirta Utama Jawa Tengah, Aji Setya Budi, memastikan air yang disalurkan ke masyarakat melalui Reservoir Plesungan sudah sesuai standar baku mutu air dari Kementerian Kesehatan. “Sebelum disalurkan ke masyarakat, air selalu diuji di laboratorium untuk memastikan kualitasnya,” terang Aji.
Ia menambahkan, pengolahan air di lokasi ini juga mengadopsi teknologi terbaru, yakni metode klorinisasi, menggantikan metode lama dengan kaporit. “Dengan klorinisasi, air akan lebih bersih, tidak meninggalkan residu, dan tetap aman dikonsumsi,” katanya.
Total biaya pembangunan SPAM Wosusokas yang dimulai sejak 2024 mencapai Rp1,3 triliun dan dibangun selama tiga tahun. “Reservoir Plesungan ini adalah salah satu bagian penting dari PSN SPAM Regional Wosusokas,” pungkas Aji.







