IndonesiaBuzz: Ponorogo, 28 Juni 2025 – Grup Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Festival Reog Remaja (FRR) XXI, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Grebeg Suro 2025 di Kabupaten Ponorogo.
Pengumuman pemenang dilakukan dalam malam puncak penutupan festival yang digelar di panggung terbuka Alun-Alun Ponorogo, Kamis (25/6/2025).
Ajang tahunan ini mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi kepada para peserta.
“Pertama, saya mengucapkan rasa syukur dan bangga bisa hadir di dalam acara penutupan Grebeg Suro Ponorogo tahun 2025. Kegiatan ini luar biasa dan harus terus dilestarikan,” ujar Fadli Zon.
Kompetisi berlangsung sejak 18 hingga 21 Juni 2025, diikuti 10 grup terbaik dari berbagai SMP di Ponorogo. Singo Taruno Budoyo tampil gemilang dan berhasil mengungguli sembilan grup lainnya.
Juara FRR tahun lalu, Singo Sumowicitro dari SMPN 2 Kauman, harus puas turun ke posisi runner-up. Kepala Sekolah SMPN 2 Kauman, Indarto Bandono, mengakui ketatnya persaingan tahun ini.
“Mohon maaf kami belum bisa mempertahankan karena memang penampilan juara satu kan tak biasa. Kami sudah berusaha yang terbaik. Penampilan semuanya luar biasa, lebih kompetitif. Target tetap ada, tahun depan tetap kita coba juara satu,” ungkapnya.
Peringkat ketiga diraih oleh Singo Bayi Djoyo Manggolo dari SMPN 3 Ponorogo, diikuti oleh Jaya Manggala dari SMPN 2 Ponorogo di posisi keempat, Sardula Pratama dari SMPN 6 Ponorogo di posisi kelima, dan Sekar Mas dari SMPN 5 Ponorogo di posisi keenam.
Sementara itu, posisi ketujuh hingga kesepuluh diraih secara berurutan oleh:
* Kridha Taruna (SMPN 1 Mlarak)
* Taruna Mudho (SMPN 1 Jetis)
* Sardula Candi Taruna (SMPN 1 Kauman)
* Singo Mulang Yoyo
Dewan juri juga memberikan penghargaan khusus untuk penata tari terbaik kepada Afif Kurniawan, dan penata musik terbaik kepada Suwandi Widianto, keduanya dari grup juara Singo Taruno Budoyo.
Festival Reog Remaja XXI mendapat sambutan hangat dari masyarakat, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara.
Event ini diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni Reog Ponorogo, warisan budaya tak benda kebanggaan bangsa.







