IndonesiaBuzz: Bandung, 2 Oktober 2025 – Seorang siswi kelas 12 sebuah SMK Negeri di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berinisial BR, meninggal dunia pada Selasa (30/9/25). Ia sebelumnya dikabarkan sempat muntah, kejang-kejang, hingga mulutnya mengeluarkan busa setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar duka itu ramai dibagikan melalui unggahan media sosial keluarga yang menyebutkan BR meninggal usai mengalami gejala mirip keracunan.
Namun, pihak sekolah menegaskan BR tidak termasuk dalam 121 siswa yang sempat mengalami keracunan massal akibat menu MBG pada Rabu (24/9/25).
“Betul, yang bersangkutan siswi kami dan mendapat MBG. Tapi dia tidak tercatat masuk posko kesehatan maupun rumah sakit saat kejadian keracunan,” kata salah satu guru, Dady, Rabu (1/10/25).
Menurutnya, BR sempat masuk sekolah seperti biasa pada Senin (29/9/25) sebelum mengeluh mual saat pulang. Gejalanya kemudian makin parah hingga dilarikan ke RSUD Cililin, namun nyawanya tak tertolong.
Dinkes: Bukan Karena MBG
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N Sukandar, menegaskan meninggalnya BR bukan akibat menu MBG.
“Kejadian meninggalnya pasien bukan akibat konsumsi MBG karena gejala muncul lebih dari 2×24 jam setelah makanan dikonsumsi. Pasien juga punya riwayat penyakit lambung,” kata Lia.
Ia menambahkan, sebelum kondisi memburuk, BR sempat meminum obat yang dibeli di warung. Saat perjalanan menuju RSUD Cililin, kondisinya drop dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.30 WIB.
Keluarga Sebut Ada Riwayat Penyakit
Hal senada disampaikan keluarga BR. Nanang, kerabat dekat, membenarkan bahwa keponakannya memang pernah memiliki riwayat penyakit lambung.
“Memang (Bunga) pernah punya penyakit lambung,” ujarnya.
Dengan pernyataan resmi ini, pihak keluarga dan sekolah berharap isu yang berkembang di media sosial bisa diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan. @jjpamungkas




