IndonesiaBuzz: Solo, 9 Agustus 2025 – Malam Grand Final Putra Putri Solo 2025 menyulap halaman Balai Kota Solo menjadi lautan manusia dan cahaya, Jumat (8/8/25) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota memadati area depan panggung, memberikan dukungan langsung bagi 20 finalis yang bersaing memperebutkan gelar prestisius tersebut.
Sejak sore, area sekitar Balai Kota sudah dipenuhi warga dan pendukung yang membawa spanduk, poster, dan atribut bernuansa semangat. Begitu jarum jam menunjukkan pukul 19.30 WIB, dentuman musik pembuka dan sorotan lampu berwarna-warni menandai dimulainya acara. Satu per satu finalis naik ke panggung, mengenakan busana daerah yang memancarkan kekayaan budaya Nusantara.
Dalam Acara tersebut tampak Hadir Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani, Putra Mahkota Kraton Surakarta Hadiningrat KGPAA Hamangkunagoro Sudibya Raja Putra Naredra Mataram serta Putri tertua SISKS Pakoe Boewono XIII GKR Timoer Rumbai.
Penampilan para finalis dibagi dalam beberapa sesi, mulai dari parade busana tradisional, sesi perkenalan diri, penampilan bakat, hingga sesi tanya jawab. Penonton dibuat terpukau dengan kreativitas finalis dalam menampilkan tarian daerah, olah vokal, hingga pembacaan puisi berbahasa Jawa.
Kemeriahan kian memuncak saat penyanyi jebolan Indonesian Idol, Ihsan Tarore, hadir membawakan sejumlah lagu populer. Suaranya yang khas berhasil mengajak penonton bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat di tengah malam yang penuh semangat.
Tahun ini, ajang Putra Putri Solo mengusung tema Ngrembakaning Budaya Jumbuh Ing Jaman, yang berarti mengembangkan budaya agar selaras dengan perkembangan zaman.
Ketua Pelaksana sekaligus Creative Director, GRAy Dewi Ratih Widyasari, dalam sambutannya menekankan bahwa filosofi tersebut relevan bagi generasi muda.
“Budaya harus terus dihidupkan, dikembangkan, dan diselaraskan dengan dinamika zaman agar menjadi kekuatan pembentuk karakter serta jati diri,” ujar putri Sinuwun Pakubuwono XIII itu.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang hadir membacakan sambutan Wali Kota, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kontestasi, melainkan sarana pembentukan karakter.
“Kami berharap pemenang mampu menjadi wajah terbaik Kota Solo, memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan, dan kemajuan kota ini di berbagai panggung, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Memasuki puncak acara, suasana semakin menjadi tegang. Sorakan dan teriakan dukungan terus menggema saat nama-nama pemenang diumumkan. Tepat pukul 22.30 WIB, dewan juri mengumumkan bahwa Marcel Muhammad dari Kecamatan Banjarsari dan Renata Listya Kusuma Wangi dari Kecamatan Jebres keluar sebagai Putra dan Putri Solo 2025. Keduanya dinilai unggul dalam penampilan, wawasan budaya, serta penguasaan materi selama rangkaian penjurian.
Ajang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo ini telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-35. Lebih dari sekadar kompetisi kecakapan dan penampilan, Putra Putri Solo menjadi panggung bagi generasi muda untuk tampil sebagai duta budaya, memperkuat identitas kota, dan membawa nama Solo ke tingkat yang lebih luas. (Zafran Al/Koresponden Solo)







