IndonesiaBuzz: News – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan sejumlah kementerian untuk segera mengkaji opsi penyelamatan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang dinyatakan pailit. Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan tertulis pada Jumat (25/10/2024), dengan tujuan utama mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan tekstil nasional tersebut.
“Presiden Prabowo sudah memerintahkan Kementerian Perindustrian, Kemenkeu, Menteri BUMN, dan Menteri Tenaga Kerja untuk segera mengkaji beberapa opsi dan skema untuk menyelamatkan Sritex,” ujar Agus.
Agus menekankan bahwa pemerintah berupaya menjaga operasional Sritex agar tetap berjalan.
“Pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah agar operasional perusahaan tetap berjalan dan pekerja bisa diselamatkan dari PHK. Opsi dan skema penyelamatan ini akan disampaikan dalam waktu secepatnya, setelah empat kementerian selesai merumuskan cara penyelamatan,” jelasnya.
Pada Selasa (29/10), Presiden Prabowo mengundang sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas langkah lanjutan.
Saat dikonfirmasi, Yassierli menyebutkan ia membawa berkas bertuliskan “Sritex” sebagai antisipasi jika topik tersebut dibahas.
“Diminta menghadap. Dengan beberapa menteri yang lain, menko juga. Ada kemungkinan topik Sritex dibahas,” ujar Yassierli saat ditemui di Istana.
Yassierli menekankan pentingnya dukungan lintas kementerian dalam penyelamatan Sritex. Menurutnya, pemerintah harus bersinergi untuk meminimalkan dampak kebangkrutan Sritex terhadap ribuan karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Menko Perekonomian Airlangga dan Menkeu Sri Mulyani belum memberikan pernyataan resmi terkait kedatangan mereka apakah berkaitan dengan penyelamatan Sritex.
Keputusan akhir dari kajian empat kementerian diharapkan segera diumumkan demi memberikan kepastian bagi para pekerja dan keberlanjutan industri tekstil dalam negeri. @wara-e







